Peristiwa tragis terjadi di kawasan padat penduduk di Jalan Palmerah Utara III, RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu (5/7) malam. Sebuah rumah tinggal dilaporkan terbakar hebat, mengakibatkan seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 81 tahun bernama Suratman meninggal dunia di lokasi kejadian. Diduga, korban tidak sempat menyelamatkan diri saat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumahnya.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 18.31 WIB. Petugas segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang telah membesar. Upaya pemadaman berlangsung intensif hingga api berhasil dilokalisasi pada pukul 19.19 WIB.
Proses pemadaman tidak berhenti di situ. Setelah api terkendali, petugas melanjutkan dengan tahapan pendinginan hingga pukul 19.36 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Seluruh rangkaian operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 20.18 WIB. Dalam upaya ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan total 20 unit mobil pemadam kebakaran serta sekitar 100 personel gabungan.
Kebakaran ini melanda bangunan rumah tinggal seluas kurang lebih 10x12 meter persegi. Diketahui rumah tersebut dihuni oleh lima kepala keluarga dengan total 12 jiwa. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari musibah yang menghanguskan tempat tinggal warga tersebut.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak Sudin Gulkarmat, dugaan sementara penyebab kebakaran dipicu oleh fenomena arus pendek listrik atau korsleting. Syaiful menjelaskan bahwa tim investigasi di lapangan masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung sebelum memberikan kesimpulan akhir terkait pemicu utama insiden yang merenggut nyawa tersebut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 18.28 WIB saat melihat kepulan asap hitam yang disusul kobaran api dari lantai dua rumah korban. Warga dengan sigap melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112. Respons cepat dari masyarakat dan petugas pemadam kebakaran sangat krusial dalam mencegah api merambat ke rumah-rumah warga lainnya yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.