Pada 27 Juni 1996, penduduk Rennie's Mill, yang kini dikenal sebagai Tiu Keng Leng, meraih kemenangan hukum bersejarah dalam perselisihan panjang melawan Pemerintah Hong Kong. Keputusan pengadilan ini menandai titik balik penting dalam perjuangan hak-hak penghuni kawasan tersebut yang telah menempati lahan tersebut selama puluhan tahun.
Hakim Raymond Sears dalam putusannya menyatakan bahwa pemerintah telah menyalahgunakan wewenang dengan melanggar janji yang dibuat 35 tahun silam. Pemerintah sebelumnya telah menjanjikan para pengungsi untuk tinggal di situs Tseung Kwan O tanpa batas waktu, namun janji tersebut dianulir demi kepentingan pembangunan properti.
Kawasan Rennie’s Mill memiliki nilai historis yang mendalam, karena dibangun oleh para pengungsi Kuomintang pada tahun 1950-an. Di ruang sidang, wilayah tersebut digambarkan sebagai simbol kebebasan yang diakui secara global, menjadikannya lebih dari sekadar pemukiman biasa bagi para penghuninya.
Meski dinyatakan menang secara hukum dan berhak atas ganti rugi, pengadilan tetap memerintahkan penduduk untuk meninggalkan rumah mereka. Hal ini menjadi momen yang sangat emosional karena mereka harus merelakan hunian yang telah mereka bangun dan tempati selama beberapa dekade untuk digusur.
Nasib kawasan tersebut telah diputuskan untuk diubah sepenuhnya. Pemerintah berencana meratakan seluruh area tersebut pada bulan berikutnya, yang kemudian akan digantikan dengan pembangunan blok menara apartemen baru yang lebih modern sesuai dengan rencana tata kota yang baru.
Hingga saat putusan dibacakan, nominal ganti rugi yang akan diterima oleh 400 warga yang masih bertahan di Rennie’s Mill belum ditetapkan. Kasus ini tetap dikenang sebagai pengingat akan benturan antara kepentingan pembangunan infrastruktur perkotaan dengan hak asasi serta janji masa lalu pemerintah terhadap warga pengungsi.