Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Museum dan Cagar Budaya resmi membuka pameran seni rupa bertajuk "Dari Sudjojono ke Murniasih: Sepilihan Koleksi Galeri Nasional Indonesia" di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Pameran yang berlangsung mulai 27 Juni hingga 30 Agustus 2026 ini menampilkan 28 karya seni pilihan dari koleksi Galeri Nasional Indonesia yang selama ini tersimpan di Jakarta.
Sebanyak 28 karya yang dipamerkan terdiri dari 23 lukisan, empat patung, dan satu karya grafis. Karya-karya tersebut merupakan representasi dari 28 seniman ternama Indonesia. Pameran ini menjadi penanda kolaborasi perdana antarunit di bawah naungan Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya setelah empat tahun berdiri, yakni antara Galeri Nasional dan Museum Benteng Vredeburg.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Kemenbud, Indira Estiyanti Nurjadin, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat perhatian dunia seni rupa di Indonesia. Momentum pameran ini sengaja diselaraskan dengan semarak Jogja Art Weeks, yang menjadikan kota tersebut sebagai destinasi utama para pencinta seni dari berbagai penjuru.
Indira menambahkan bahwa pameran ini merupakan langkah strategis untuk membuka akses masyarakat terhadap koleksi seni rupa nasional yang selama ini jarang terekspos. Dengan menghadirkan karya maestro langsung di Yogyakarta, masyarakat tidak perlu lagi bepergian ke Jakarta untuk menikmati koleksi berharga milik negara tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian pameran keliling yang lebih aktif di masa depan.
Kurator pameran, Aminudin TH Siregar, menjelaskan bahwa koleksi yang dihadirkan bukan sekadar transisi kronologis dari seni rupa modern ke kontemporer. Pameran ini juga merefleksikan pergeseran makna kebebasan dalam ekspresi artistik di Indonesia. Selain Aminudin, terdapat pula kurator lain yang terlibat, yakni Agung Hujatnikajennong, Citra Smara Dewi, dan Dio Pamola Chandra.
Melalui pendekatan kuratorial yang mendalam, pameran ini diharapkan dapat mengedukasi publik mengenai pentingnya pelestarian karya seni rupa nasional. Sinergi antara unit museum di bawah Kemenbud ini diharapkan dapat terus berlanjut, guna menciptakan ekosistem seni yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia.