Bisnis & Startup

Kemenekraf Targetkan Pertumbuhan Industri Gim Lokal Sebesar 4 Persen

Kemenekraf Targetkan Pertumbuhan Industri Gim Lokal Sebesar 4 Persen

Ringkasan

  • Kemenekraf menargetkan pertumbuhan nilai industri gim lokal sebesar 4 persen melalui kolaborasi strategis dengan Coda untuk memperluas akses pasar global.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan nilai ekonomi pengembang gim lokal sebesar empat persen pada tahun ini. Proyeksi ini didasarkan pada tren pertumbuhan makro ekonomi Indonesia serta besarnya potensi pasar domestik yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Gim Kemenekraf, Luat Sihombing, menyampaikan bahwa target tersebut diambil dengan mempertimbangkan nilai pasar yang cukup besar di Indonesia. Berdasarkan riset kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Komunikasi dan Digital, nilai pasar industri gim di tanah air telah menembus angka US$ 2 miliar atau setara Rp 34 triliun per tahun.

Meski Indonesia memiliki basis lebih dari 200 juta pemain aktif yang menempatkannya sebagai salah satu pasar gim terbesar di dunia, kontribusi pengembang lokal masih tergolong minim. Saat ini, pangsa pasar gim lokal terhadap total nilai pasar nasional baru mencapai sekitar 2,5 persen, dengan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di kisaran 0,17 hingga 0,34 persen.

Untuk mendongkrak performa tersebut, Kemenekraf menjalin kemitraan strategis dengan Coda melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat memperluas akses pasar bagi pengembang dalam negeri, baik untuk memperkuat konsumsi domestik maupun meningkatkan ekspor produk gim buatan anak bangsa ke kancah internasional.

CEO Coda, Shane Happach, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis bagi perusahaannya, di mana Indonesia berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total pendapatan global Coda. Melalui kerja sama ini, Coda berkomitmen menyediakan infrastruktur komersial untuk membantu studio lokal memanfaatkan tren monetisasi luar aplikasi yang kini tengah tumbuh hingga 38 persen di kawasan Asia Tenggara.

Optimisme terhadap industri gim Indonesia juga didukung oleh data Niko Partners yang memprediksi pendapatan industri gim nasional akan terus menanjak dari US$ 1,1 miliar pada tahun 2025 menjadi US$ 1,5 miliar pada 2030. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan mampu mempercepat akselerasi pengembang lokal agar lebih kompetitif di pasar global.

Mengapa Ini Penting

Berita ini krusial karena menyoroti kesenjangan antara besarnya basis pemain di Indonesia dengan minimnya pendapatan yang dinikmati pengembang lokal. Langkah pemerintah ini merupakan upaya krusial untuk mentransformasi Indonesia dari sekadar konsumen menjadi produsen gim yang berdaya saing di pasar global.

Sumber Asli
Tekno
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit