Berita

KemenPPPA Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan Krisis Iklim

KemenPPPA Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan Krisis Iklim

Ringkasan

  • KemenPPPA mengajak generasi muda Indonesia untuk aktif menjadi agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara resmi mengajak anak-anak dan generasi muda di Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif sebagai agen perubahan dalam menghadapi ancaman krisis iklim. Langkah ini dinilai krusial mengingat dampak perubahan iklim yang kian nyata dan dirasakan langsung oleh generasi masa depan.

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA, Devy Nia Pradhika, menekankan bahwa anak-anak bukan sekadar kelompok yang terdampak, melainkan subjek strategis dalam menciptakan solusi. Dalam sebuah webinar yang digelar di Jakarta, ia menegaskan bahwa anak-anak adalah pencipta solusi dan penjaga masa depan bumi yang perlu dibekali pengetahuan sejak dini.

Krisis iklim saat ini telah menimbulkan berbagai kendala nyata bagi tumbuh kembang anak, mulai dari gangguan proses belajar akibat banjir, cuaca ekstrem yang tidak menentu, hingga ancaman kesehatan akibat pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan secara langsung berkorelasi dengan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan kehidupan yang sehat, aman, dan nyaman.

Data menunjukkan urgensi isu ini, di mana terdapat sekitar 79 juta anak di Indonesia, atau hampir sepertiga dari total populasi nasional. Secara global, UNICEF mencatat bahwa satu miliar anak di dunia kini tinggal di wilayah yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, yang menegaskan bahwa isu ini merupakan tantangan lintas generasi yang mendesak untuk ditangani bersama.

Devy mengajak generasi muda untuk memulai langkah dari hal-hal sederhana namun berdampak signifikan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah di rumah, penghematan energi, hingga melakukan aksi penanaman pohon. Aksi kolektif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan keberanian anak untuk menjadi pemimpin dalam gerakan pelestarian lingkungan di lingkungannya masing-masing.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa perubahan besar selalu berpangkal dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Dengan melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan, diharapkan Indonesia dapat lebih tangguh dalam menghadapi krisis iklim sekaligus memastikan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

Mengapa Ini Penting

Pelibatan generasi muda dalam isu krisis iklim sangat krusial karena mereka adalah kelompok yang paling terdampak oleh kebijakan lingkungan di masa depan. Inisiatif ini tidak hanya membangun kesadaran kolektif, tetapi juga mendorong adopsi gaya hidup berkelanjutan yang penting bagi ketahanan nasional di tengah perubahan iklim global.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit