Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai pusat utama pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Seruan ini disampaikan menyusul keberhasilan provinsi tersebut dalam memborong delapan penghargaan bergengsi pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.
Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa prestasi yang diraih merupakan buah dari kolaborasi solid berbagai elemen. Sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, sektor swasta, akademisi, hingga lembaga keuangan syariah dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis syariah di Jawa Timur. Ia mengapresiasi dedikasi semua pihak yang terus berkomitmen memajukan sektor ini secara berkelanjutan.
Penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencakup berbagai kategori strategis. Di antaranya, Jawa Timur sukses meraih Juara I untuk kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Capaian ini menunjukkan dominasi Jawa Timur dalam mengimplementasikan standar halal yang komprehensif.
Tidak hanya di sektor utama, Jawa Timur juga menorehkan prestasi di sektor pendukung lainnya. Provinsi ini menempati posisi Juara II pada kategori Keuangan Mikro Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, serta Juara III untuk kategori Pariwisata Ramah Muslim dan Inkubasi Bisnis Usaha Syariah. Selain itu, posisi Juara IV berhasil diraih dalam kategori Wakaf, yang membuktikan luasnya cakupan pengembangan ekonomi syariah di wilayah tersebut.
Menurut Khofifah, delapan penghargaan tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kesiapan Jawa Timur untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Keberhasilan ini didorong oleh penguatan rantai nilai industri halal (Halal Value Chain) yang terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk kemudahan sertifikasi halal dan akses pembiayaan syariah.
Langkah strategis yang dilakukan Pemprov Jatim juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, seperti Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) Safe n Lock. Kawasan ini telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai wujud nyata penguatan ekosistem industri halal nasional yang berdaya saing global.