Kabar kurang sedap datang dari kamp tim nasional Senegal yang tengah berjuang di ajang Piala Dunia 2026. Penjaga gawang utama mereka, Edouard Mendy, dipastikan tidak akan memperkuat tim dalam pertandingan krusial Grup I melawan Irak pada hari Jumat mendatang. Keputusan ini diambil setelah tim medis melakukan evaluasi awal terhadap kondisi fisik sang pemain pasca-laga sebelumnya.
Cedera tersebut didapatkan Mendy saat membela Senegal dalam pertandingan melawan Norwegia yang berakhir dengan kekalahan 3-2 pada Senin lalu. Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, kiper berusia 34 tahun itu terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal pada menit ke-63 setelah mengalami insiden saat berupaya melakukan penyelamatan krusial di depan gawangnya.
Kepergian Mendy dari lapangan saat itu menjadi titik balik yang signifikan bagi Senegal, mengingat tim tersebut sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Meskipun Ismaila Sarr sempat mencetak gol keduanya di masa tambahan waktu, upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan dan menghindari kekalahan dari Norwegia yang tampil sangat dominan sepanjang pertandingan.
Laporan dari berbagai media olahraga internasional menyebutkan bahwa Mendy diduga mengalami masalah pada ligamen lututnya. Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi skuad Senegal yang saat ini sedang berada dalam tekanan besar untuk meraih kemenangan pertama mereka di babak penyisihan grup turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di platform media sosial X, pihak tim nasional Senegal mengonfirmasi bahwa pemeriksaan medis lanjutan masih terus dilakukan secara intensif. Langkah ini diambil untuk menentukan tingkat keparahan cedera secara akurat sekaligus memetakan langkah pemulihan terbaik serta apakah sang pemain masih memungkinkan untuk melanjutkan partisipasinya di sisa turnamen.
Saat ini, baik Senegal maupun Irak berada dalam posisi sulit karena keduanya sama-sama menelan dua kekalahan beruntun di fase grup. Pertandingan terakhir Grup I yang akan berlangsung di Toronto tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk menjaga martabat dan mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan catatan positif sebelum angkat koper lebih awal.