Berita

Layanan Klinik Hewan Keliling Jakarta Barat Tangani Puluhan Hewan Peliharaan

Ringkasan

  • Mobil klinik hewan keliling Jakarta Barat sukses melayani 41 hewan peliharaan di tiga kelurahan selama tiga hari operasional, sebagai upaya mewujudkan Jakarta bebas rabies.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat terus memperluas akses kesehatan hewan melalui program mobil klinik hewan keliling. Dalam tiga hari operasional pertama, mulai 13 hingga 15 Juli 2026, layanan jemput bola ini telah berhasil menangani sebanyak 41 ekor hewan peliharaan di tiga wilayah kelurahan berbeda.

Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan medis kepada pemilik hewan, sekaligus sebagai langkah preventif dalam menjaga Jakarta sebagai kawasan bebas rabies. Dengan hadirnya fasilitas medis bergerak ini, hambatan jarak dan aksesibilitas yang selama ini dialami warga untuk membawa hewan peliharaan ke klinik konvensional dapat diminimalisir secara signifikan.

Layanan ini bergerak secara dinamis menyisir berbagai titik strategis. Pada hari pertama, mobil klinik beroperasi di kantor Kecamatan Kebon Jeruk dengan melayani 10 ekor kucing dan satu ekor anjing. Keesokan harinya, layanan berpindah ke halaman Kantor Lurah Angke, Kecamatan Tambora, yang melayani 19 hewan peliharaan, terdiri dari 17 ekor kucing dan dua ekor anjing.

Memasuki hari ketiga, tepatnya pada Rabu (15/7), mobil klinik mendarat di Kantor Lurah Jembatan Besi, Kecamatan Tambora. Di lokasi tersebut, petugas medis memberikan layanan kesehatan kepada 10 ekor kucing dan satu ekor anjing. Kehadiran unit ini terbukti sangat dibutuhkan oleh warga di kawasan padat penduduk seperti Tambora.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjamin kesehatan hewan peliharaan secara merata. Fokus utamanya bukan sekadar pengobatan, melainkan juga pengawasan kesehatan hewan guna menciptakan lingkungan kota yang ramah hewan dan aman dari ancaman penyakit zoonosis.

Selain untuk kucing dan anjing, layanan ini sebenarnya juga mencakup pemeriksaan untuk hewan ternak, yang menunjukkan fleksibilitas fungsi kendaraan medis tersebut. Hal ini memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif bagi ekosistem hewan di wilayah perkotaan.

Implementasi layanan ini memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat urban. Di kota besar seperti Jakarta, tren memelihara hewan (pet ownership) terus meningkat, namun akses terhadap layanan medis yang terjangkau sering kali menjadi kendala. Dengan adanya mobil klinik keliling, biaya perawatan kesehatan hewan menjadi lebih efisien bagi warga.

Secara regulasi, tarif layanan yang ditetapkan telah merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Pemerintah memastikan bahwa biaya yang dibebankan kepada masyarakat tetap terjangkau dan tidak memberatkan, sehingga tujuan pemerataan akses kesehatan dapat tercapai.

"Kami mengajak dan mempersilakan warga untuk memanfaatkan layanan ini. Biaya yang dikenakan sudah sesuai dengan retribusi yang telah ditentukan," ujar Tanti saat memberikan keterangan resmi.

Untuk sisa bulan Juli 2026, jadwal operasional mobil klinik ini akan semakin intensif. Pemerintah telah merencanakan 15 kali kunjungan ke tujuh lokasi berbeda hingga akhir bulan. Beberapa jadwal penting meliputi kunjungan ke Kantor Lurah Srengseng pada 16 dan 28 Juli, serta ke BPP Kembangan pada 17 dan 24 Juli.

Selain itu, layanan juga akan menyambangi Balai RW 09 Kalideres pada 20 dan 29 Juli, serta Balai RW 12 Cengkareng pada 21 dan 30 Juli. Bagi warga di Kebon Jeruk, mobil klinik akan kembali hadir di kantor Camat setempat pada 22 dan 31 Juli. Sementara itu, layanan di Kantor Lurah Angke akan dibuka kembali pada 23 Juli.

Ke depan, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia dalam menangani isu kesehatan hewan di area urban. Integrasi antara layanan kesehatan hewan dan pengawasan penyakit menular menjadi kunci dalam menciptakan kota yang sehat secara keseluruhan.

Mengapa Ini Penting

Program ini menunjukkan pergeseran paradigma pemerintah dalam menangani kesehatan hewan dari pendekatan reaktif menjadi preventif melalui sistem jemput bola. Selain menekan risiko penyebaran penyakit zoonosis seperti rabies, kebijakan ini juga membantu stabilitas ekonomi rumah tangga dengan menyediakan layanan medis hewan yang terjangkau di tengah meningkatnya tren pet ownership di perkotaan.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit