Internasional

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 589 Jiwa, Ribuan Orang Masih Hilang

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 589 Jiwa, Ribuan Orang Masih Hilang

Ringkasan

  • Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Venezuela meningkat menjadi 589 orang dengan ribuan warga masih dalam status hilang.

CARACAS – Jumlah korban jiwa akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 589 orang pada Jumat (26/6). Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengonfirmasi angka tersebut dalam sebuah pertemuan resmi dengan para pejabat militer dan sipil, menyusul upaya pencarian intensif yang dilakukan tim penyelamat di balik reruntuhan bangunan.

Sebelumnya, otoritas pemerintah mencatat jumlah korban tewas berada di angka 235 orang. Namun, skala kerusakan yang masif akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang berpusat sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas tersebut membuat jumlah korban terus diperbarui seiring dengan ditemukannya jenazah di lokasi terdampak.

Situasi di lapangan digambarkan sangat memprihatinkan. Ribuan orang dilaporkan masih hilang, dengan situs pelacak yang dikelola oleh oposisi mencatat lebih dari 49.500 orang belum diketahui keberadaannya. Sementara itu, US Geological Survey (USGS) memprediksi bahwa jumlah korban jiwa bisa menembus angka 10.000, mengingat tingkat kehancuran infrastruktur yang sangat luas di wilayah tersebut.

Tim penyelamat dari berbagai negara mulai berdatangan ke lokasi untuk membantu pemadam kebakaran dan tentara setempat. Di banyak titik, proses evakuasi masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana dan lampu senter karena jaringan listrik yang terputus total. Warga yang selamat kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga dalam situasi ekonomi negara yang memang sudah terpuruk.

Pemerintah Venezuela mengonfirmasi setidaknya 250 bangunan mengalami kerusakan berat atau hancur total, termasuk delapan rumah sakit, fasilitas Palang Merah, dan Kedutaan Besar Prancis. Wilayah pesisir La Guaira, yang merupakan akses utama menuju bandara internasional, menjadi salah satu daerah dengan kerusakan terparah, di mana banyak warga terpaksa tidur di jalanan tanpa akses air bersih maupun listrik.

Krisis ini menambah beban berat bagi Venezuela yang selama ini sudah berjuang melawan krisis ekonomi berkepanjangan dan ketidakstabilan politik. Masyarakat kini sangat bergantung pada bantuan logistik berupa makanan, air, dan obat-obatan yang mulai disalurkan oleh para relawan di sepanjang jalur utama Caracas-La Guaira, di tengah harapan agar bantuan internasional dapat menjangkau daerah-daerah yang terisolasi di dekat episentrum gempa di Carabobo.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti kerentanan infrastruktur di negara dengan krisis ekonomi berkepanjangan terhadap bencana alam skala besar. Bagi Indonesia yang juga berada di wilayah cincin api, penting untuk mengevaluasi kesiapan mitigasi bencana dan ketahanan bangunan dalam menghadapi guncangan tektonik yang ekstrem.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit