Internasional

Krisis Air di Arizona: Warga Tolak Pembangunan Pusat Data Raksasa

Krisis Air di Arizona: Warga Tolak Pembangunan Pusat Data Raksasa

Ringkasan

  • Warga Tucson, Arizona, memprotes pembangunan pusat data raksasa di tengah krisis air ekstrem dan ancaman kekeringan yang berkepanjangan.

Krisis air yang semakin parah di Arizona, Amerika Serikat, telah memicu gelombang penolakan dari masyarakat lokal terhadap pembangunan pusat data berskala besar. Di Tucson, warga yang tergabung dalam kelompok 'No Desert Data Center' secara vokal menentang proyek yang dikenal sebagai Project Blue. Proyek ini mencakup pembangunan dua pusat data bernilai miliaran dolar di sisi tenggara dan barat laut kota, yang dikhawatirkan akan menguras sumber daya air dan listrik yang semakin terbatas di tengah kondisi gurun Sonoran yang ekstrem.

Marisol Winfrey Herrera, salah satu penggerak aksi tersebut, menekankan bahwa edukasi mengenai penghematan air sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Tucson. Bagi mereka, kehadiran pusat data raksasa yang membutuhkan pasokan air masif untuk sistem pendingin dianggap sebagai ancaman langsung terhadap ketahanan air daerah tersebut. Apalagi, wilayah ini tengah menghadapi kekeringan ekstrem selama 30 tahun terakhir yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Kekhawatiran warga semakin memuncak seiring dengan potensi pemangkasan pasokan air dari Sungai Colorado. Data menunjukkan bahwa aliran air di sungai tersebut telah turun hingga 20 persen sejak tahun 2000. Kondisi ini membuat negara bagian Arizona berisiko menghadapi pemotongan pasokan air hingga 77 persen. Dalam situasi di mana suhu panas mencapai rekor tertinggi dalam 125 tahun terakhir, warga menegaskan slogan mereka, 'Not One Drop for data centres'.

Di sisi lain, Beale Infrastructure, perusahaan pengembang di balik proyek ini, berargumen bahwa Project Blue akan menjadi mesin ekonomi bagi Tucson. Mereka menjanjikan penciptaan ribuan lapangan kerja selama masa konstruksi dan ratusan posisi tetap setelah proyek beroperasi. Bagi sebagian pihak, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup warga lokal yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Phoenix untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Ketegangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan pun memuncak di ruang rapat dewan kota. Anggota Dewan Kota Kevin Dahl mencatat bahwa proyek ini telah memicu respons publik yang sangat masif, jauh melampaui isu-isu pembangunan lainnya. Warga yang hadir di rapat dewan secara konsisten menyuarakan keberatan mereka, menuntut agar pemerintah kota lebih memprioritaskan kelangsungan hidup ekosistem daripada investasi pusat data yang haus sumber daya.

Hingga saat ini, perdebatan masih terus berlanjut. Beale Infrastructure belum memberikan tanggapan resmi terkait protes tersebut. Sementara itu, kelompok masyarakat terus menekan pemerintah untuk mengevaluasi dampak lingkungan jangka panjang. Kasus di Tucson ini menjadi cerminan nyata dari tantangan global yang dihadapi kota-kota modern saat kebutuhan akan infrastruktur digital berbenturan langsung dengan keterbatasan sumber daya alam yang vital bagi kehidupan manusia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti dilema krusial antara pesatnya pertumbuhan industri teknologi dengan keberlanjutan lingkungan. Bagi Indonesia yang mulai gencar membangun pusat data, kasus ini menjadi pelajaran penting agar perencanaan infrastruktur digital ke depan harus mempertimbangkan dampak konsumsi air dan energi terhadap masyarakat lokal dan ekosistem sekitar.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit