Pencurian kargo global kini menjadi tantangan yang semakin kompleks bagi industri logistik dunia. Banyak pengiriman barang yang kehilangan jejak saat berada di antara titik pemeriksaan, pelabuhan, atau pusat distribusi. Fenomena ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan, seperti yang dialami oleh produsen besar yang kehilangan ribuan unit produk dalam sekejap akibat sistem pemantauan yang belum memadai.
Menanggapi masalah tersebut, perusahaan manajemen armada Samsara meluncurkan inovasi terbaru berupa label pelacak berbentuk stiker berukuran kartu nama. Produk yang diberi nama Samsara Tracking Label ini dirancang untuk memudahkan pemantauan barang secara real-time. Meski terlihat seperti label pengiriman konvensional, perangkat ini dilengkapi dengan baterai seng kecil dan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) yang terintegrasi.
Teknologi ini memungkinkan label untuk berkomunikasi dengan jutaan perangkat Samsara lainnya yang sudah terpasang di berbagai armada. Dengan infrastruktur jaringan yang luas, lokasi barang dapat dipantau secara akurat saat melewati titik-titik yang dilengkapi sensor Samsara. Hal ini memberikan visibilitas penuh bagi perusahaan pengirim tanpa harus bergantung pada sistem pelacakan GPS yang mahal dan berat.
David Gal, Wakil Presiden Peralatan Terhubung di Samsara, mengungkapkan bahwa pengembangan produk ini didorong oleh masukan dari pelanggan. Sebelumnya, Samsara memiliki perangkat pelacak bernama Asset Tag yang berukuran sebesar tutup botol anggur. Namun, perangkat tersebut dianggap kurang efisien untuk pengiriman satu arah (one-way shipping) karena biaya produksi yang tinggi dan kebutuhan untuk mengambil kembali perangkat setelah barang sampai.
Samsara Tracking Label hadir sebagai solusi yang lebih ekonomis dan praktis. Karena sifatnya yang sekali pakai, label ini dapat ditempelkan pada berbagai jenis barang, mulai dari kargo berukuran besar hingga paket kecil. Pengguna akan menerima label dalam mode tidur (sleep mode) untuk menjaga daya tahan baterai, yang kemudian diaktifkan saat barang mulai dikirimkan melalui jalur logistik.
Inovasi ini memanfaatkan ekosistem perangkat Samsara yang sudah ada, seperti kamera dan sensor armada, untuk menciptakan jaringan Bluetooth yang kuat. Langkah ini memperluas portofolio bisnis Samsara setelah sebelumnya meluncurkan perangkat lunak Ground Intelligence berbasis AI untuk mendeteksi bahaya di jalan raya. Kehadiran label pelacak ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi industri logistik di tengah ketidakpastian pengiriman global.