Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, memimpin langsung kegiatan sosialisasi yang menyasar langsung warga binaan melalui pendekatan dialogis yang humanis. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kebijakan keamanan dapat tersampaikan dengan efektif dan dipahami dengan baik oleh seluruh penghuni lapas.
Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode door to door di setiap kamar hunian. Dalam pelaksanaannya, Amico berinteraksi langsung dengan warga binaan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dan persuasif. Pendekatan ini dinilai sangat krusial agar pesan mengenai tata tertib dan aturan keamanan tidak sekadar menjadi instruksi formal, tetapi menjadi kesadaran bersama di kalangan warga binaan.
Selain menekankan pentingnya kepatuhan, Amico juga memberikan contoh nyata mengenai kedisiplinan kepada seluruh petugas. Saat memasuki area blok hunian, ia secara konsisten menitipkan telepon genggam miliknya di Pos Steril sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Tindakan ini merupakan simbol bahwa aturan keamanan berlaku secara universal, baik bagi petugas maupun warga binaan, tanpa ada pengecualian sedikit pun.
Dalam dialog tersebut, Amico secara tegas mengingatkan warga binaan tentang konsekuensi bagi setiap pelanggaran tata tertib. Ia menegaskan bahwa sanksi akan diterapkan secara konsisten sebagai bentuk penegakan disiplin. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, aman, dan tertib bagi seluruh pihak, sekaligus mendukung proses pembinaan yang sedang berjalan.
Salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah dukungan terhadap program Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Warga binaan diimbau untuk tidak menyimpan atau menggunakan alat komunikasi ilegal serta barang terlarang lainnya. Sebagai solusi, pihak lapas menyediakan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) sebagai sarana komunikasi resmi yang aman dan terpantau sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui pendekatan persuasif dan humanis, Lapas Kelas IIA Salemba berupaya mengubah paradigma pemasyarakatan menjadi lebih produktif. Amico berharap, dengan terciptanya lingkungan yang bersih dari peredaran barang terlarang, program-program pembinaan dapat berjalan lebih maksimal. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan standar pelayanan dan integritas di lingkungan lembaga pemasyarakatan.