Perusahaan raksasa asal Korea Selatan, LG Energy Solution Ltd. (LGES), secara resmi mengumumkan dimulainya produksi massal sel baterai lithium-ion untuk sistem penyimpanan energi (Energy Storage System/ESS) di Amerika Serikat. Langkah strategis ini dilakukan melalui L-H Battery Co., sebuah perusahaan patungan antara LGES dan Honda Motor Co. yang berlokasi di Jeffersonville, Ohio.
Produksi di pabrik tersebut telah dimulai pada Kamis waktu setempat. Sel-sel baterai yang dihasilkan nantinya akan didistribusikan melalui LG Energy Solution Vertech, anak perusahaan LGES yang fokus pada integrasi sistem ESS di wilayah Amerika Utara. Produk ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan energi bagi jaringan listrik nasional, sektor komersial, industri, hingga skala perumahan di seluruh AS.
Keputusan untuk memproduksi baterai ESS ini menandai perubahan strategi bisnis yang cukup signifikan bagi L-H Battery. Awalnya, fasilitas manufaktur di Ohio tersebut dirancang khusus untuk memproduksi sel baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Namun, dinamika regulasi EV di Amerika Serikat serta prospek pasar penyimpanan energi yang dinilai jauh lebih menjanjikan mendorong perusahaan untuk melakukan adaptasi cepat.
Manajemen L-H Battery menegaskan bahwa mereka akan tetap mempertahankan fleksibilitas dalam lini produksinya. Perusahaan akan menyesuaikan output pabrik untuk memproduksi sel baterai bagi kendaraan listrik hibrida maupun sistem ESS, tergantung pada fluktuasi permintaan pasar. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan kapasitas manufaktur lokal yang telah dibangun.
CEO L-H Battery, Koo Cha-hoon, menyatakan bahwa bisnis ESS merupakan pilar pertumbuhan masa depan yang sangat krusial bagi perusahaan. Menurutnya, sinergi antara produksi baterai kendaraan hibrida dan ESS akan menjadi fondasi inti operasional perusahaan dalam memperkuat posisi mereka di pasar Amerika Utara yang tengah mengalami perkembangan sangat pesat.
Berdasarkan proyeksi dari firma riset pasar SNE Research, permintaan baterai ESS di Amerika Utara diprediksi akan melonjak drastis. Pengiriman baterai tahunan diperkirakan akan meningkat dari 88 gigawatt-jam (GWh) pada tahun lalu menjadi 485 GWh pada 2030, bahkan mencapai 976 GWh pada 2035. Ekspansi LGES dan Honda ini dipandang sebagai langkah tepat untuk menangkap peluang besar di tengah transisi energi global.