Berita

Lula Resmi Maju Periode Keempat, Jadikan Kedaulatan Nasional Utama Kampanye

Ringkasan

  • Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva meluncurkan kampanye periode keempat di Sao Paulo, Minggu (2/8), dengan narasi mempertahankan kedaulatan nasional di hadapan tekanan AS dan China.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva secara resmi mendaftarkan dirinya sebagai capres Partai Pekerja (PT) untuk periode keempat di konvensi nasional di Sao Paulo, Minggu (2/8). Di usia 80 tahun, politisi veteran itu menjanjikan ini akan menjadi masa jabatannya yang terakhir jika terpilih kembali pada Oktober mendatang. Ribuan pendukung mengisi pusat konvensi dengan bendera merah dan sorak-sorai nama Lula, menandai kali ketujuh ia maju dalam pemilu presiden sejak 1989.

Dalam pidatonya, Lula sengaja tidak terlalu membahas rekaman domestik melainkan mengarahkan narasi ke geopolitik. Ia menuntut peningkatan anggaran pertahanan dan berkomitmen melindungi cadangan mineral kritis serta tanah langka Brasil dari kendali asing. "Saya ingin bersiap, agar tidak ada yang berani menginvasi negara ini," tegasnya. Lula menegaskan China, AS, dan Prancis tidak akan mendapat akses ke kekayaan mineral Brasil tanpa menghormati kedaulatan negara.

Latar belakang kerasnya retorik ini adalah hubungan Brasil-Washington yang merosot. Pada Juli lalu, AS menerapkan dua kali tarif barang Brasil dengan alasan praktik perdagangan tidak adil — tuduhan yang ditolak Brasilia. Di sisi lain, Donald Trump menjalin keakraban dengan keluarga Bolsonaro, rival politik utama Lula. Flavio Bolsonaro, putra tertua mantan presiden Jair Bolsonaro, muncul sebagai calon kanan terkuat setelah ayahnya divonis berupaya membalikkan hasil pemilu 2022.

Lula memanfaatkan koneksi Trump-Bolsonaro untuk membingkai pemilu sebagai pilihan antara kemerdekaan nasional dan ketergantungan pada kepentingan asing. Ia menuding Flavio sebagai "pengkhianat bangsa", tuduhan yang dibantah senator tersebut. Menurut Leonardo Paz, profesor ilmu politik di Yayasan Getulio Vargas, narasi kedaulatan datang tepat waktu bagi Lula. "Pesan kedaulatan memungkinkan Lula mengidentifikasi musuh eksternal dan menyalahkan ia untuk sebagian masalah Brasil," ujar Paz ke AFP.

Survei Datafolha terbaru menempatkan Lula unggul 48 persen terhadap 43 persen Flavio Bolsonaro pada putaran kedua. Selisih tipis ini mencerminkan polarisasi mendalam di masyarakat Brasil. Pendukung Lula menunjuk pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja tinggi, dan program sosial yang mengangkat kehidupan rakyat miskin. Cristiane Rosa Julho, pekerja sosial di konvensi, bercerita keluarga pertamanya bisa memiliki rumah berkat kebijakan Lua.

Namun, tekanan domestik tetap mengancam. Inflasi dan defisit anggaran menjadi kelemahan serius. Kriminalitas, terutama di wilayah yang dikontrol kelompok kejahatan terorganisir, diprediksi jadi isu panas. Kasus korupsi juga menghantui kedua kubu: Flavio diselidiki soal dana dari bankir tersangka penipuan, sedangkan salah satu putra Lula dituding korupsi dan perdagangan pengaruh.

Soal usia, Lula menjawab dengan menegaskan kondisi fisiknya prima berkat jalan kaki rutin dan latihan beban. "Saya lebih bugar dari saat pertama kali menang 2002," ucapnya. Pengalaman menjadi argumen kampanye utamanya, lawan akan membuat pemilu sebagai referendum biaya hidup, keamanan, dan kontroversi pemerintahan.

Bagi Indonesia, dinamika Brasil ini relevan karena kedua negara berbagi posisi sebagai ekonomi besar Global Selatan dan anggota BRICS. Kebijakan Lula soal mineral kritis — nikel, kobalt, tanah langka — berdampak langsung pada rantai pasokan baterai dan transisi energi global yang juga jadi prioritas Indonesia. Jika Lula menegakan ketat kedaulatan sumber daya, negara penambang seperti Indonesia bisa menghadapi tekanan serupa untuk melindungi cadangan strategis.

Hubungan Brasil-AS yang tegang juga mengingatkan Indonesia pada pentingnya diversifikasi mitra dagang dan tidak bergantung pada satu blok kekuatan. Jakarta yang sedang memimpin ASEAN 2025 bisa mengambil pelajaran dari pendekatan Lula: menegaskan kedaulatan tanpa menutup pintu kerja sama, tapi menetapkan syarat yang adil.

Masa depan kampanye akan dipenuhi debat soal siapa yang benar-benar mewakili kepentingan rakyat Brasil: Lula dengan pengalaman dan proyek inklusi sosial, atau Flavio dengan janji liberalisasi ekonomi dan keamanan keras. Pemilu Oktober akan menentukan apakah Brasil terus memainkan peran pemimpin Global Selatan yang mandiri, atau bergeser ke orbit kekuatan Barat.

Mengapa Ini Penting

Pemilu Brasil 2026 bukan sekadar urusan dalam negeri — hasilnya akan menentukan arah kebijakan sumber daya mineral kritis yang vital untuk transisi energi global, termasuk industri baterai dan EV di Indonesia. Kemenangan Lula berarti lanjutan politik resource nationalism yang bisa menciptakan preseden bagi negara penghasil nikel dan tanah langka lain. Sebalikkan, kemenangan Bolsonaro junior kemungkinan membuka pintu lebar bagi investasi AS dan Barat, mengubah dinamika geopolitik di Global Selatan. Indonesia sebagai ketua ASEAN dan pemain besar BRICS harus memantau perkembangan ini untuk menyempurnakan strategi diplomasi sumber daya sendiri.

Sumber Asli
Al Jazeera
Tanggal
2 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit