Liam Plunkett, mantan pemain kriket andalan tim nasional Inggris, secara resmi melakukan transisi karier yang mengejutkan dengan beralih ke dunia bisbol. Atlet berusia 41 tahun ini tampil perdana membela klub independen Amerika Serikat, Oakland Ballers, pada Jumat lalu, dan langsung mencatatkan performa impresif dengan meraih sebuah strikeout dalam pertandingan debutnya.
Nama Plunkett tentu tidak asing bagi penggemar olahraga dunia. Ia merupakan sosok kunci dalam keberhasilan tim nasional Inggris menjuarai Piala Dunia Kriket 2019. Dalam laga final yang sangat dramatis melawan Selandia Baru, Plunkett berhasil mengoleksi tiga wicket krusial yang membantu Inggris memastikan gelar juara melalui aturan jumlah boundary, sebuah momen yang menjadi puncak karier internasionalnya.
Setelah memutuskan untuk menetap di Amerika Serikat, negara asal sang istri, Plunkett tidak sepenuhnya meninggalkan olahraga lapangan. Ia sempat menjajal kompetisi Major League Cricket bersama San Francisco Unicorns. Namun, keputusannya untuk menjajal bisbol profesional di Pioneer Baseball League (PBL) menandai babak baru yang cukup menantang bagi atlet senior ini.
Kehadiran Plunkett di Oakland Ballers dimungkinkan melalui klausul khusus yang disebut "marketing player" exception. Aturan dalam liga mitra Major League Baseball (MLB) ini mengizinkan tim untuk merekrut atlet berprofil tinggi dari cabang olahraga lain secara sementara. Langkah ini terbukti efektif dalam menarik perhatian publik terhadap liga independen tersebut.
Dalam pertandingan melawan Yuba-Sutter Freebirds di Raimondi Park, Plunkett tampil sebagai pitcher dan langsung menunjukkan ketenangan meski sempat merasa gugup. Ia mengakui bahwa teknik melempar dalam bisbol memiliki kemiripan namun tetap berbeda dengan gaya bowling dalam kriket. Keberhasilannya mencatatkan strikeout pada percobaan pertama menjadi bukti adaptabilitas atlet kelas dunia.
Usai pertandingan, Plunkett mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut dan merasa puas dengan transisi kariernya. Ia menyatakan bahwa meskipun awalnya mengira hanya akan melakukan lemparan kehormatan, ia justru dipercaya bermain secara kompetitif di lapangan. Pencapaian ini menjadi catatan manis bagi Plunkett yang terus mengeksplorasi potensi dirinya di luar arena kriket profesional.