Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Spanyol setelah klub Sevilla FC secara resmi mengumumkan bahwa mantan pelatih legendaris mereka, Joaquin Caparros, telah didiagnosis mengidap kanker usus. Pria berusia 70 tahun tersebut saat ini dilaporkan sedang menjalani rangkaian perawatan medis intensif untuk melawan penyakit tersebut.
Joaquin Caparros merupakan sosok yang sangat dihormati dan memiliki tempat khusus di hati para penggemar Sevilla. Ia pertama kali memegang kendali kepelatihan klub pada tahun 2000 dan berhasil membawa tim tersebut kembali ke kasta tertinggi Liga Spanyol. Selama masa bakti lima tahun pertamanya, ia memainkan peran krusial dalam membangun fondasi kejayaan Sevilla di La Liga.
Kontribusi Caparros bagi Sevilla tidak berhenti di sana. Ia sempat kembali ke klub dalam peran interim pada tahun 2018 dan 2019, serta kembali terlibat dalam struktur klub pada tahun 2025. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa selama puluhan tahun, Sevilla menunjuk Caparros sebagai presiden kehormatan klub pada bulan Juli tahun lalu.
Dalam pernyataan resminya, pihak Sevilla FC mengungkapkan dukungan penuh kepada sang legenda. Pihak klub menyatakan bahwa Caparros kini tengah mendapatkan dukungan moral yang luar biasa dari keluarga, kerabat, serta seluruh basis penggemar Sevilla yang mendoakan kesembuhannya. Manajemen menegaskan bahwa tim medis telah mengambil langkah-langkah perawatan yang diperlukan.
Sepanjang kariernya bersama Sevilla, Caparros mencatatkan rekor impresif dengan menukangi 248 pertandingan resmi di berbagai kompetisi, yang menjadikannya pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah klub tersebut. Karier kepelatihannya di Spanyol pun sangat luas, mencakup klub-klub besar lainnya seperti Deportivo La Coruna, Athletic Bilbao, Real Mallorca, Levante, dan Osasuna.
Secara total, Joaquin Caparros telah memimpin lebih dari 500 pertandingan di kompetisi kasta tertinggi Spanyol. Selain karier domestiknya, ia juga pernah meniti karier internasional sebagai pelatih kepala tim nasional Armenia pada periode 2020 hingga 2022. Dunia sepak bola kini bersatu untuk memberikan dukungan bagi perjuangan kesehatannya.