Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja strategis ke Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III yang berlokasi di Timika, Papua, pada Minggu (5/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan secara langsung bahwa fasilitas, infrastruktur, serta kesiapan operasional satuan tersebut telah memadai dalam mengawal kedaulatan serta stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia.
Dalam lawatannya, Menhan didampingi langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disambut oleh Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan dan wilayah yang memiliki dinamika keamanan tinggi seperti Papua dan Maluku.
Selama peninjauan, Sjafrie mendapatkan pemaparan mendalam mengenai denah markas serta sistem operasional yang diterapkan oleh Kogabwilhan III. Letjen TNI Lucky Avianto memberikan penjelasan komprehensif mengenai bagaimana markas tersebut mengintegrasikan kekuatan tiga matra TNI—Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara—agar responsif dalam menghadapi berbagai ancaman yang mungkin timbul di wilayah cakupannya.
Menhan menegaskan bahwa Kogabwilhan III memegang peran vital sebagai integrator kekuatan TNI secara terpadu. Menurutnya, efektivitas sistem pertahanan di wilayah timur sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan koordinasi antar-matra yang solid, terutama dalam menghadapi dinamika ancaman yang bersifat kontemporer maupun konvensional.
Lebih lanjut, Sjafrie berharap seluruh unsur di jajaran Kogabwilhan III senantiasa berada dalam kondisi prima, baik dalam melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Hal ini menjadi sangat krusial mengingat cakupan teritorial Kogabwilhan III meliputi wilayah darat, laut, dan udara di Kepulauan Maluku, Papua, hingga jalur ALKI-3b yang merupakan jalur strategis nasional.
Sebagai penutup, kunjungan ini menegaskan bahwa pemerintah terus memprioritaskan modernisasi dan pemeliharaan fasilitas militer di wilayah Indonesia Timur. Dengan kesiapan infrastruktur yang optimal, diharapkan Kogabwilhan III mampu menjadi penangkal utama terhadap setiap potensi gangguan terhadap integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.