Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago melakukan peninjauan langsung ke Gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara di Medan pada Jumat (24/1). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis pemerintah dalam memastikan ketersediaan cadangan beras nasional tetap terjaga dengan baik di wilayah Sumatera Utara.
Dalam keterangannya di lokasi, Djamari menyatakan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi stok beras yang sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan agar publik tidak perlu merasa khawatir terkait potensi kelangkaan pangan pokok, karena pemerintah telah menjamin ketersediaan stok yang memadai untuk jangka waktu hingga delapan bulan ke depan.
Menko Polkam menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar krusial yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional secara menyeluruh. Menurutnya, pengelolaan cadangan beras pemerintah harus dijalankan dengan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas yang tinggi, serta didukung oleh sinergi lintas kementerian dan lembaga terkait agar stabilitas nasional tetap terjaga.
Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa saat ini stok beras yang tersedia di gudang Bulog Sumut mencapai 44.780 ton. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring dengan dinamika kebutuhan konsumsi masyarakat di Sumatera Utara, dengan tambahan pasokan sebanyak tujuh ribu ton yang didatangkan dari Aceh dan Jakarta.
Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam keberhasilan distribusi dan pengamanan pangan daerah. Budi menambahkan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas pangan ini tidak lepas dari dukungan penuh TNI dan Polri, yang turut membantu dalam pengawasan serta pengamanan rantai pasok distribusi beras di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Untuk menjamin kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat, Bulog Sumut menerapkan standar pemeliharaan yang ketat melalui pengecekan berkala. Langkah preventif yang dilakukan meliputi pengendalian hama rutin setiap bulan, fumigasi setiap tiga bulan, serta pengujian laboratorium setiap enam bulan sekali guna memastikan kadar kimia, residu, dan kelayakan konsumsi beras sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.