Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi Apresiasi Kontribusi Bersejarah Tamansiswa bagi Pendidikan Indonesia

Mensesneg Prasetyo Hadi Apresiasi Kontribusi Bersejarah Tamansiswa bagi Pendidikan Indonesia

Ringkasan

  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengapresiasi peran Tamansiswa dalam mendidik generasi bangsa melalui nilai-nilai karakter Ki Hadjar Dewantara.

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Persatuan Tamansiswa yang telah konsisten berkontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia selama lebih dari satu abad. Penghargaan tersebut disampaikan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-104 organisasi pendidikan yang didirikan oleh tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara, pada 3 Juli 1922 silam.

Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui media sosial, Prasetyo Hadi menekankan bahwa Tamansiswa telah menjadi pilar penting dalam membentuk karakter bangsa. Sejak masa pergerakan nasional, organisasi ini tidak hanya fokus pada pengajaran akademis, tetapi juga secara aktif menanamkan nilai-nilai kemerdekaan berpikir, integritas karakter, dan rasa cinta tanah air kepada seluruh peserta didiknya.

Sebagai alumni SMA Taruna Nusantara, Mensesneg mengakui bahwa dirinya merasakan dampak langsung dari filosofi pendidikan yang diusung oleh Tamansiswa. Ia menyebut bahwa nilai-nilai tersebut telah membentuk pola pikir dan kedisiplinannya selama menempuh proses pendidikan formal, yang kini ia terapkan dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.

Keterikatan emosional dan profesional Prasetyo Hadi dengan Tamansiswa semakin diperkuat dengan posisinya saat ini sebagai Wakil Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara. Posisi ini memungkinkannya untuk terus bersinergi dan memahami lebih dalam bagaimana ajaran Ki Hadjar Dewantara diimplementasikan secara praktis dalam sistem pendidikan modern saat ini.

Prasetyo secara khusus menyoroti relevansi filosofi 'Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangungkarso, Tut Wuri Handayani' yang terus dijunjung tinggi oleh Tamansiswa. Menurutnya, konsep kepemimpinan dan pendidikan yang bermakna 'di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, dan di belakang memberi dorongan' merupakan prinsip abadi yang sangat dibutuhkan dalam mencetak generasi pemimpin masa depan Indonesia.

Menutup pernyataannya, Mensesneg menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pengabdian tanpa henti yang dilakukan oleh keluarga besar Tamansiswa. Ia berharap agar organisasi ini terus menjadi mercusuar inspirasi bagi dunia pendidikan nasional dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, berkarakter, dan tetap setia pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai filosofis tradisional ke dalam sistem pendidikan modern di tengah tantangan globalisasi. Bagi sektor pendidikan Indonesia, penekanan pada pembentukan karakter dan kemerdekaan berpikir merupakan fondasi krusial dalam mencetak SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit