Berita

Mesin Arcade Langka Computer Space Dilelang, Buruan Kolektor Game Retro

Ringkasan

  • Mesin arcade langka Computer Space edisi dua pemain, yang pernah muncul dalam film Soylent Green, kini tengah dilelang di RR Auction dengan estimasi harga mencapai 20.000 dolar AS.

Dunia koleksi teknologi retro kembali digemparkan oleh kehadiran salah satu artefak sejarah video game paling langka di dunia: mesin arcade Computer Space edisi dua pemain. Perangkat yang dikenal sebagai nenek moyang dari mesin arcade komersial ini kini tengah diperebutkan dalam lelang bergengsi di RR Auction, bersamaan dengan koleksi memorabilia Steve Jobs dan sejarah awal revolusi komputer.

Unit yang dilelang ini dimiliki oleh David Perry, sosok di balik kesuksesan game ikonik Earthworm Jim dan pendiri layanan streaming game Gaikai. Mengingat statusnya sebagai salah satu dari sedikit unit dua pemain yang masih berfungsi sempurna, mesin ini menjadi buruan utama bagi para kolektor kelas kakap yang ingin memiliki potongan sejarah industri hiburan digital.

Sebelum Atari mendominasi ruang publik dengan Pong, Nolan Bushnell dan Ted Dabney mendirikan Syzygy Engineering yang melahirkan Computer Space pada tahun 1971. Desain kabinetnya yang futuristik, menyerupai stalagmit dengan layar cembung, menjadi ikon desain industri pada masanya. Versi asli satu pemain tercatat dalam sejarah sebagai game arcade pertama yang diproduksi secara massal untuk publik.

Keberhasilan komersial Nutting Associates dalam mendistribusikan lebih dari 1.000 unit Computer Space memang memberikan keuntungan finansial besar. Namun, kolaborasi antara Bushnell dan Dabney justru berakhir setelah proyek ini. Keduanya kemudian memilih jalan sendiri dengan mendirikan Atari, yang nantinya mengubah lanskap industri video game dunia selamanya.

Edisi dua pemain yang kini dilelang muncul pada pertengahan 1973, diproduksi oleh Nutting tanpa keterlibatan langsung duo pendiri Atari tersebut. Berbalut warna hijau berkilau yang khas, mesin ini memperkenalkan mekanisme dua joystick yang menjadi cikal bakal standar kontrol game aksi di masa depan. Kelangkaan unit ini diperkuat dengan fakta bahwa mesin serupa sering kali berakhir di museum atau koleksi pribadi yang tidak tersentuh.

Kehadiran mesin ini dalam budaya populer juga tidak main-main. Sebuah unit Computer Space berwarna putih pernah tampil dalam film klasik sci-fi tahun 1973, Soylent Green, menjadikannya salah satu kemunculan video game pertama dalam sejarah perfilman Hollywood. Selain itu, varian warna kuning juga sempat terlihat dalam latar belakang adegan arcade pada film Jaws tahun 1975.

Bagi penggemar game di Indonesia, fenomena lelang ini mencerminkan betapa kuatnya nilai historis sebuah perangkat keras. Meskipun industri arcade di Indonesia sempat mengalami masa kejayaan pada era 90-an di pusat perbelanjaan, kesadaran akan nilai kolektif perangkat retro masih terbatas pada komunitas kecil. Namun, minat terhadap perangkat keras klasik terus meningkat seiring dengan tren restorasi barang antik yang kini merambah ke ranah teknologi.

Industri game Indonesia yang kini tengah bertumbuh pesat dapat mengambil pelajaran dari perjalanan Computer Space. Inovasi yang dimulai dari eksperimen sederhana di sebuah garasi bisa bertransformasi menjadi fondasi ekonomi digital bernilai miliaran dolar. Memahami asal-usul teknologi bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya menghargai evolusi desain dan mekanik permainan yang kita nikmati saat ini.

RR Auction mencatat bahwa hingga pertengahan Agustus, tawaran untuk mesin ini telah menembus angka 6.748 dolar AS dengan estimasi harga jual akhir di atas 20.000 dolar AS. Proses lelang menggunakan sistem yang menantang, di mana perpanjangan waktu akan terus terjadi jika ada tawaran baru tepat sebelum penutupan, menciptakan tensi layaknya sebuah kompetisi game intens.

David Perry sendiri mengaku terpaksa melepas koleksi berharganya ini karena keterbatasan ruang penyimpanan. Keputusan ini memberikan kesempatan langka bagi penggemar sejarah teknologi untuk memiliki instrumen yang tidak hanya berfungsi sebagai konsol game, tetapi juga sebagai saksi bisu transisi era analog menuju era digital.

Ke depan, tren lelang barang antik teknologi diprediksi akan semakin panas seiring dengan masuknya generasi baru kolektor yang memiliki keterikatan emosional dengan era awal komputasi. Unit-unit yang memiliki sejarah sinematik atau hubungan dengan tokoh legendaris akan selalu memegang posisi tertinggi dalam daftar pencarian kolektor global.

Bagi siapa pun yang berhasil memenangkan lelang ini, memiliki unit Computer Space adalah sebuah pencapaian puncak. Bukan sekadar alat untuk bermain, melainkan sebuah monumen fisik yang mengingatkan kita bahwa setiap inovasi besar selalu dimulai dari keberanian untuk mencoba sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.

Mengapa Ini Penting

Lelang ini menunjukkan pergeseran video game dari sekadar hiburan menjadi aset investasi sejarah yang bernilai tinggi. Bagi komunitas gamer dan pengembang di Indonesia, ini adalah pengingat bahwa desain game klasik memiliki nilai edukasi mendalam mengenai mekanika dasar. Hal ini juga menegaskan pentingnya pelestarian perangkat keras sebagai bagian dari warisan budaya teknologi dunia yang sering terabaikan.

Sumber Asli
Engadget
Tanggal
12 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit