Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan mencatat Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta (KHKJ) telah melayani 226 ekor hewan peliharaan hingga ternak sepanjang periode Januari hingga 31 Juli. Dari jumlah tersebut, kucing mendominasi dengan 198 ekor, disusul anjing 23 ekor, dua ekor kelinci, dua hewan eksotis, dan seekor domba.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini, mengatakan layanan keliling ini menjadi salah satu cara pemerintah kota mendekatkan akses kesehatan hewan ke tengah permukiman warga. Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran layanan ini tergolong tinggi.
"Total hewan yang dilayani 226 ekor per 31 Juli," kata Irawati saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Tingginya minat warga terlihat dari kebutuhan akan layanan veteriner yang selama ini kerap terkendala jarak dan biaya. Rumah sakit hewan atau klinik hewan permanen umumnya terkonsentrasi di wilayah pusat kota. Bagi warga di pelosok Jakarta Selatan, menjangkau fasilitas itu memakan waktu dan biaya transportasi tidak sedikit.
Kehadiran mobil klinik ini menjawab persoalan tersebut. Petugas datang langsung ke kelurahan-kelurahan, membawa peralatan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, USG, hingga pemeriksaan darah. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pencegahan penyakit menular, serta layanan penunjang diagnostik lainnya.
Namun, cakupan layanan ini belum bisa menjangkau seluruh kelurahan. Irawati mengakui ada kendala teknis di lapangan, terutama soal akses lokasi. Tidak semua wilayah memiliki jalan yang memadai untuk mobil klinik berukuran besar masuk ke permukiman padat penduduk.
"Tapi karena tidak semua lokasi mempunyai akses yang memadai untuk KHKJ, maka kemungkinan tidak dapat menjangkau semua wilayah," ujar dia.
Kendati demikian, warga tidak tinggal diam. Banyak yang berinisiatif mencari sendiri lokasi pelayanan mobil klinik hewan keliling yang berdekatan dengan rumah mereka. Pola ini kemudian menjadi masukan berharga bagi KPKP Jakarta Selatan untuk memetakan titik-titik mana saja yang memiliki permintaan tinggi.
Irawati menyebutkan, dua kelurahan yang mencatatkan antusiasme tertinggi adalah Menteng Dalam dan Guntur, keduanya berada di Kecamatan Tebet. Wilayah dengan minat besar itu rencananya akan mendapat jadwal pelayanan lebih lama, hingga dua hari.
Layanan mobil klinik hewan keliling sebenarnya bukan hal baru di DKI Jakarta. Program serupa sudah berjalan di beberapa kota administrasi lain, seperti Jakarta Timur yang pada pekan pertama operasinya melayani 128 ekor hewan. Namun, jangkauan dan frekuensi layanan terus dievaluasi agar semakin banyak warga yang terbantu.
Fenomena ini menarik dicermati di tengah tren kepemilikan hewan peliharaan di perkotaan yang terus meningkat. Data sejumlah platform e-commerce menunjukkan pertumbuhan penjualan pakan dan perlengkapan hewan peliharaan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, pertumbuhan itu tidak selalu diiringi dengan kemudahan akses layanan kesehatan hewan.
Padahal, kesehatan hewan peliharaan berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat secara luas. Penyakit zoonosis seperti rabies, leptospirosis, dan toksoplasmosis bisa menular dari hewan ke manusia. Vaksinasi dan pemeriksaan rutin menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.
Ke depan, KPKP Jakarta Selatan berencana memperluas jangkauan layanan dengan mempertimbangkan permintaan warga. Pemetaan potensi permintaan terus dilakukan agar program ini tepat sasaran. Jika antusiasme terus tumbuh, bukan tidak mungkin frekuensi kunjungan dan jumlah kelurahan yang dilayani akan ditambah.
Keberadaan mobil klinik ini juga membuka ruang bagi kesadaran baru tentang pentingnya memelihara hewan secara bertanggung jawab. Warga tidak lagi punya alasan untuk menunda pemeriksaan kesehatan hewan peliharaannya karena keterbatasan akses. Layanan yang hadir di tengah permukiman ini diharapkan mendorong budaya perawatan hewan yang lebih baik di ibu kota.