Berita

Museum sebagai Benteng Pelestarian Budaya di Era Globalisasi

Museum sebagai Benteng Pelestarian Budaya di Era Globalisasi

Ringkasan

  • Museum Lambung Mangkurat bertransformasi menjadi pusat edukasi inovatif guna menjaga warisan budaya di tengah arus globalisasi.

Banjarmasin (ANTARA) - Museum kini memegang peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga sejarah dan identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Transformasi museum menjadi ruang edukasi yang inklusif, inovatif, dan relevan bagi generasi muda menjadi kunci utama agar warisan budaya tidak tergerus oleh modernitas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, menekankan bahwa kegiatan "Sepekan Cinta Museum" merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur. Agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat karakter bangsa di tengah masyarakat yang semakin dinamis.

Dalam penyelenggaraan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi melalui berbagai perlombaan dan kegiatan edukatif yang digelar. Tingginya partisipasi publik ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat dikemas melalui aktivitas yang menyenangkan tanpa menghilangkan nilai-nilai edukasi yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahim menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda sejak dini. Di era digital saat ini, pengenalan budaya daerah harus dilakukan secara intensif agar nilai-nilai luhur jati diri Banua tetap terjaga. Inovasi program kebudayaan menjadi hal mutlak yang harus terus dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk menarik minat milenial dan Gen Z.

Sinergi antarlembaga menjadi pondasi penting dalam menyukseskan visi ini. Pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku kebudayaan diajak untuk bekerja sama membangun ekosistem museum yang hidup. Museum diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga menjadi wadah pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan di masa depan. Pihaknya berencana memperluas partisipasi publik dengan melakukan kategorisasi lomba berdasarkan jenjang usia. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas agar museum semakin dicintai dan memberikan manfaat nyata bagi edukasi sejarah di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya digitalisasi dan modernisasi fungsi museum agar tetap relevan bagi generasi digital. Adaptasi ini krusial bagi industri edukasi dan pariwisata Indonesia untuk memastikan warisan sejarah tetap menjadi aset berharga dalam pembangunan karakter bangsa di era modern.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit