Berita

Nobar Piala Dunia 2026 di Palembang Lampaui Target 1.000 Penonton

Ringkasan

  • TVRI Sumsel catat lebih dari 1.000 penonton nobar semifinal Piala Dunia 2026 di Palembang, Kamis dini hari, melampaui target awal.

TVRI Sumatera Selatan mencatat kehadiran lebih dari 1.000 orang dalam nonton bareng semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris di halaman kantor mereka, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Jumlah tersebut melebihi estimasi awal yang hanya mematok sekitar 1.000 penonton, menandakan tingginya minat warga Palembang terhadap tayangan olahraga resmi dan terbuka.

Kepala TVRI Sumsel Eflianty Analisa menyatakan, animo masyarakat berasal dari berbagai wilayah seperti Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan Banyuasin. Mereka memadati halaman TVRI di Jalan Pom IX Kampus Palembang sejak dini hari untuk menyaksikan duel dua raksasa sepak bola tersebut di layar lebar.

Lonjakan penonton nobar ini tidak muncul tiba-tiba. Selama beberapa edisi turnamen besar sebelumnya, warga Palembang kerap kesulitan menemukan ruang publik yang aman dan nyaman untuk menonton bersama. Banyak kegiatan swasta yang berbayar atau terbatas kapasitasnya, sementara ruang terbuka umum jarang menyediakan fasilitas siaran resmi berkualitas.

TVRI sebagai lembaga penyiaran publik hadir menjawab kebutuhan tersebut. Mereka menyiapkan tiga layar berbeda: videotron LED berukuran 2,5 x 4 meter, proyektor, dan televisi yang disebar di sudut taman kantor. Penempatan multi-layar ini memastikan penonton dapat melihat pertandingan dari berbagai titik tanpa berdesakan.

Menurut Eflianty, antusiasme warga membuktikan bahwa masyarakat mendambakan wadah nobar resmi yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan. Hal ini sekaligus menegaskan peran penyiaran publik dalam menghadirkan hiburan kolektif tanpa biaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan semacam ini memberi dampak sosial yang melampaui sekadar hiburan. Nobar resmi memperkuat ikatan warga lintas kecamatan yang datang bersama keluarga atau komunitas. Di tengah maraknya konsumsi konten individu lewat gawai, ruang kumpul fisik seperti ini menjadi napas segar bagi kehidupan sosial perkotaan.

Dari sisi ekonomi, TVRI Sumsel melibatkan 11 UMKM secara gratis dalam area nobar. Mereka diperbolehkan berjualan tanpa dipungut biaya, sehingga perputaran uang kecil langsung menyentuh pelaku usaha lokal. Ini model penggerak ekonomi kerakyatan yang bisa ditiru daerah lain saat even nasional maupun internasional berlangsung.

Selain door prize berupa sembako lewat kuis, kehadiran UMKM menambah daya tarik acara. Pengunjung tidak hanya menonton, tetapi juga membeli makanan dan minuman sambil bersosialisasi. Sinergi antara lembaga publik dan pelaku usaha mikro ini mencerminkan fungsi TVRI yang melampaui penyiaran semata.

Pantauan di lapangan menunjukkan fenomena serupa di titik lain. Ribuan warga juga memadati kawasan Kambang Iwak yang menggelar nobar melalui Pemerintah Kota Palembang. Artinya, geliat menonton bersama bukan hanya inisiatif satu institusi, melainkan momentum kolektif warga menyambut Piala Dunia 2026.

Eflianty menegaskan, pihaknya akan mengulang format serupa pada babak final dan perebutan juara ketiga pada 19-20 Juli 2026. “Yang tak kalah penting dalam nobar ini kami melibatkan sekitar 11 UMKM tanpa dipungut biaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Proyeksi ke depan, model nobar publik berbasis lembaga penyiaran daerah berpotensi menjadi standar saat Indonesia menjadi tuan rumah even olahraga besar. Infrastruktur sederhana seperti videotron dan proyektor terbukti efektif menarik massa tanpa mengorbankan keamanan.

Tren ini juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, TVRI, dan komunitas lokal untuk membangun ruang publik digital-analog. Dengan perencanaan rutin, nobar bukan sekadar ajang sesaat, melainkan instrumen pemersatu sosial dan ekonomi rakyat kecil.

Perspektif Indonesia: Keberhasilan nobar TVRI Sumsel menyoroti celah layanan penyiaran publik di tanah air yang selama ini jarang dimanfaatkan maksimal saat even global. Di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, nobar resmi gratis masih terbatas dan kerap kalah pamor dari bioskop berbayar. Model Palembang membuktikan bahwa dengan dukungan UMKM dan pemda, penyiaran publik bisa menjadi pusat keramaian sehat. Ini relevan bagi Indonesia yang terus mendorong inklusivitas digital dan ekonomi lokal pasca-pandemi.

Mengapa Ini Penting

Model nobar gratis berbasis lembaga publik ini menunjukkan alternatif inklusif untuk hiburan massa di tengah mahalnya tiket tayangan komersial. Keterlibatan UMKM tanpa biaya membuka blueprint pemulihan ekonomi lokal lewat even olahraga. Keberhasilan di Palembang dapat menginspirasi daerah lain menjadikan TVRI sebagai ruang publik fungsional. Ini juga mempertegas urgensi penyiaran publik yang relevan dengan kebutuhan sosial warga, bukan sekadar saluran informasi.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit