Internasional

Oleksandr Usyk Lepas Gelar Juara Dunia Demi Menyongsong Pertarungan Terakhir

Oleksandr Usyk Lepas Gelar Juara Dunia Demi Menyongsong Pertarungan Terakhir

Ringkasan

  • Oleksandr Usyk melepas gelar juara dunia WBC, WBA, dan IBF untuk fokus pada pertarungan terakhirnya, meski menegaskan belum akan pensiun dari dunia tinju.

Petinju kelas berat asal Ukraina, Oleksandr Usyk, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk melepas sabuk gelar juara dunia WBC, WBA, dan IBF yang selama ini ia sandang. Langkah mengejutkan ini diambil sang petinju berusia 39 tahun tersebut sebagai bagian dari persiapan strategis menjelang apa yang ia sebut sebagai 'tarian terakhir' atau pertarungan penutup dalam karier profesionalnya yang gemilang.

Sepanjang karier profesionalnya, Usyk mencatatkan rekor yang nyaris sempurna dengan memenangkan seluruh 25 pertarungan yang dijalaninya. Puncak kariernya tercapai pada tahun 2024 ketika ia berhasil mengalahkan petinju asal Inggris, Tyson Fury, sebuah kemenangan yang mengukuhkan posisinya sebagai juara dunia kelas berat tak terbantahkan di era modern.

Keputusan melepas gelar ini tidak dilakukan secara mendadak. Sebelumnya, sang juara Olimpiade 2012 ini juga telah melepaskan gelar juara WBO miliknya pada tahun lalu. Langkah ini diambil guna memberikan kesempatan kepada para petinju lain yang berada di peringkat atas untuk memperebutkan sabuk juara tersebut, sekaligus memastikan roda kompetisi di kelas berat tetap berjalan dinamis tanpa terhambat oleh status juara yang tidak aktif.

Dalam sebuah pernyataan emosional melalui unggahan video di media sosial Instagram, Usyk menegaskan bahwa meskipun ia melepas gelar, ia belum berniat untuk sepenuhnya pensiun dari dunia tinju. Ia merasa masih memiliki satu misi terakhir yang harus diselesaikan sebelum akhirnya menutup lembaran karier panjangnya di atas ring.

'Hari ini adalah hari yang baik untuk mengumumkan bahwa saya melepaskan semua gelar yang saya miliki saat ini. Saya membebaskan gelar-gelar tersebut agar rekan-rekan petinju lain yang berada di antrean bisa memperebutkannya melalui pertarungan yang adil,' ujar Usyk dalam pernyataannya. Ia pun menutup pesannya dengan ungkapan rasa syukur dan kebanggaan terhadap negaranya, Ukraina.

Kondisi fisik Usyk sendiri saat ini dinilai masih berada dalam performa puncak, terbukti dengan kemenangan TKO yang ia raih atas Rico Verhoeven pada bulan lalu. Para penggemar tinju di seluruh dunia kini menantikan siapa lawan yang akan dihadapi Usyk dalam pertarungan terakhirnya, yang diprediksi akan menjadi salah satu peristiwa olahraga paling ikonik dalam sejarah tinju kelas berat dunia.

Mengapa Ini Penting

Keputusan Usyk memberikan dampak signifikan pada peta kekuatan tinju kelas berat dunia dengan membuka peluang bagi petinju generasi baru untuk memperebutkan gelar. Bagi peminat olahraga di Indonesia, peristiwa ini menyoroti bagaimana profesionalisme dan sportivitas seorang atlet dapat memengaruhi ekosistem kompetisi global secara luas.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit