Oleksandr Usyk, petinju papan atas asal Ukraina, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk melepas tiga gelar juara dunia kelas berat yang selama ini ia sandang. Meskipun langkah ini mengejutkan banyak pihak dalam dunia tinju profesional, Usyk menegaskan bahwa tindakannya tersebut bukan merupakan tanda pensiun dari dunia olahraga yang telah membesarkan namanya.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Jumat lalu, petinju berusia 39 tahun tersebut menjelaskan alasannya. Usyk ingin memberikan kesempatan kepada para petinju lain yang berada dalam daftar penantang untuk berkompetisi memperebutkan gelar-gelar bergengsi tersebut, sehingga dinamika kompetisi di kelas berat tetap terjaga dan kompetitif.
Keputusan ini datang hanya berselang sebulan setelah penampilan kontroversial Usyk saat menghadapi kickboxer Rico Verhoeven. Dalam laga tersebut, Usyk sempat mengalami kesulitan besar dan hampir menelan kekalahan sebelum akhirnya meraih kemenangan melalui penghentian wasit yang memicu perdebatan di ronde ke-11. Performa tersebut dinilai banyak pengamat sebagai penampilan yang kurang impresif bagi seorang juara dunia yang tak terkalahkan.
Usyk, yang memegang rekor profesional sempurna dengan 25 kemenangan tanpa kekalahan dan 16 di antaranya melalui knockout, dikenal karena kelincahan kaki dan teknik ring yang luar biasa. Ia pernah menyandang status juara dunia tak terbantahkan di kelas penjelajah (cruiserweight) dan kelas berat, sebuah pencapaian yang menempatkannya dalam jajaran petinju legendaris sepanjang masa.
Meski melepas gelar, Usyk memberikan sinyal bahwa ia masih memiliki ambisi besar untuk satu laga penutup atau yang ia sebut sebagai 'tarian terakhir' (last dance) dalam kariernya. Ia menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada seluruh organisasi tinju dunia dan berjanji akan kembali untuk memberikan performa yang lebih baik di masa depan.
Sepanjang kariernya, Usyk telah menorehkan sejarah dengan mengalahkan nama-nama besar seperti Tyson Fury, Anthony Joshua, dan Daniel Dubois. Keputusannya untuk melepas sabuk ini diperkirakan akan memicu perombakan peta kekuatan di kelas berat, memberikan peluang baru bagi petinju muda untuk unjuk gigi di panggung dunia.