Internasional

Orang Tua di Hong Kong Memohon agar Bayi Danny Tetap dalam Asuhan saat Nasib Putrinya di Swedia Terancam

Orang Tua di Hong Kong Memohon agar Bayi Danny Tetap dalam Asuhan saat Nasib Putrinya di Swedia Terancam

Ringkasan

  • Otoritas Hong Kong menetapkan bayi Danny sebagai anak berisiko tinggi di tengah perjuangan orang tuanya memulangkan putri mereka dari Swedia.

Otoritas kesejahteraan sosial Hong Kong telah mengklasifikasikan bayi Danny sebagai anak dengan risiko tinggi dan merekomendasikan agar ia tetap berada dalam perlindungan negara. Keputusan ini muncul di tengah perjuangan panjang orang tuanya yang juga menghadapi situasi sulit terkait putri sulung mereka, Lily, yang saat ini berada di Swedia.

Perkembangan kasus ini terjadi menjelang sidang di Pengadilan Anak West Kowloon pada hari Jumat mendatang. Sidang tersebut dijadwalkan untuk membahas perintah perlindungan bagi Danny, seorang bayi berusia dua bulan yang kelahirannya di rumah dan keterlambatan pendaftarannya memicu penyelidikan atas dugaan penelantaran anak awal bulan ini.

Di sisi lain, orang tua tersebut mengungkapkan pada hari Kamis bahwa otoritas Swedia belum mengatur kepulangan Lily ke Hong Kong. Padahal, Pengadilan Banding Migrasi Swedia telah mengeluarkan perintah deportasi final pada tahun 2024. Namun, alih-alih memulangkan sang anak, otoritas setempat justru dilaporkan telah memindahkan hak asuh Lily secara permanen kepada keluarga asuh di Swedia.

Kasus ini bermula ketika orang tua tersebut meluncurkan kampanye bertajuk “Save Lily” setelah otoritas Swedia mengambil anak kedua mereka ke dalam pengasuhan pada tahun 2023. Tindakan tersebut diambil menyusul kekhawatiran mengenai kesejahteraan anak selama periode di mana keluarga tersebut tinggal tanpa dokumen resmi di negara tersebut.

Situasi keluarga ini semakin rumit mengingat latar belakang sejarah yang melibatkan kematian putri sulung mereka, Constance, saat masih bayi di Finlandia pada tahun 2019. Tragedi masa lalu tersebut tampaknya menjadi faktor yang memengaruhi pandangan otoritas internasional terhadap kapasitas pengasuhan orang tua tersebut.

Kini, perhatian tertuju pada hasil sidang di Hong Kong terkait bayi Danny. Orang tua berharap dapat segera mendapatkan kembali hak asuh atas anak laki-laki mereka, sementara upaya diplomatik dan hukum terus diupayakan untuk membawa Lily kembali dari Swedia ke Hong Kong setelah serangkaian hambatan birokrasi yang panjang.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti kompleksitas hukum internasional dan hak asuh lintas negara yang melibatkan kebijakan kesejahteraan anak yang ketat. Bagi pembaca di Indonesia, ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya pemenuhan administratif kependudukan dan dokumentasi legal anak untuk menghindari risiko intervensi otoritas asing atau negara.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit