Sebuah langkah kontroversial diambil oleh pemerintah daerah di Hyderabad, pusat teknologi utama di India, dengan menamai salah satu ruas jalan penting sebagai 'Donald Trump Avenue'. Keputusan yang diambil oleh pemerintahan oposisi di negara bagian Telangana ini segera memicu kecaman keras dari partai berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP), yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi.
Jalan tersebut memiliki lokasi strategis yang berdekatan dengan konsulat Amerika Serikat serta kantor-kantor pusat perusahaan teknologi raksasa dunia seperti Microsoft, Google, dan Amazon. Peresmian nama jalan ini dilakukan pada hari Selasa di tengah memanasnya retorika politik antara partai pemerintah dan pihak oposisi, yakni Partai Kongres, yang selama ini mengkritik kebijakan luar negeri Modi terhadap AS.
Hubungan diplomatik antara India dan Amerika Serikat memang tengah berada dalam fase yang menantang selama masa jabatan kedua Donald Trump. Washington diketahui telah menerapkan kebijakan tarif impor yang tinggi terhadap produk-produk asal India, memberikan sanksi terkait pembelian minyak dari Rusia, serta mempererat hubungan strategis dengan Pakistan, yang merupakan rival utama India di kawasan.
Partai BJP menilai tindakan pemerintah Telangana ini sebagai bentuk kemunafikan politik yang nyata. Juru bicara BJP, Shehzad Poonawalla, mengungkapkan kebingungannya melalui platform media sosial X. Ia mempertanyakan bagaimana Partai Kongres bisa secara vokal mengkritik Trump di satu sisi, namun di sisi lain memberikan penghormatan tinggi dengan menamai jalan menggunakan namanya.
Pihak oposisi, melalui pemimpin mereka Rahul Gandhi, sebelumnya berulang kali menuduh PM Modi bersikap lemah atau 'dikompromikan' dalam menghadapi tekanan Trump. Isu-isu yang diangkat mencakup sengketa tarif dagang hingga serangan AS terhadap kapal tanker yang diawaki oleh warga India di tengah konflik Iran. BJP menggunakan penamaan jalan ini sebagai bukti bahwa Partai Kongres tidak memiliki posisi yang konsisten dalam isu nasional.
Polemik ini menyoroti bagaimana dinamika geopolitik internasional sering kali terseret ke dalam pertarungan politik domestik di India. Bagi para pengamat, langkah pemerintah Telangana ini dipandang sebagai manuver simbolis yang ironis, mengingat ketegangan ekonomi yang sedang dirasakan oleh sektor industri dan perdagangan di India akibat kebijakan proteksionisme yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.