Gaya Hidup

Pemkab Banjar Tekankan Peran Vital Ayah Lindungi Anak dari Dampak Era Digital

Pemkab Banjar Tekankan Peran Vital Ayah Lindungi Anak dari Dampak Era Digital

Ringkasan

  • Pemkab Banjar menekankan pentingnya peran ayah dalam melindungi anak dari dampak negatif era digital melalui penguatan pola asuh keluarga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan, menegaskan bahwa peran ayah sangat krusial dalam memberikan perlindungan kepada anak di tengah pesatnya penetrasi teknologi digital. Penguatan pola asuh di dalam lingkungan keluarga kini menjadi garda terdepan untuk membentengi anak dari berbagai dampak negatif arus informasi yang masuk tanpa filter melalui perangkat elektronik.

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, menyoroti kompleksitas tantangan keluarga masa kini. Menurutnya, kehadiran fisik dan emosional ayah bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan faktor determinan dalam membentuk karakter anak yang tangguh dalam menghadapi disrupsi teknologi dan pergeseran nilai sosial yang terjadi saat ini.

Tema peringatan tahun ini, 'Ayah Wajib Hadir', menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa tanggung jawab keluarga telah melampaui pemenuhan kebutuhan ekonomi. Di era informasi yang deras, keluarga dituntut untuk mampu menjadi benteng utama dalam membangun ketahanan mental serta kualitas sumber daya manusia sejak dini, guna menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis.

Habib Idrus menambahkan bahwa keterlibatan aktif ayah dalam kehidupan sehari-hari anak terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan pendidikan karakter. Langkah ini dianggap sebagai strategi fundamental untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman dan hangat, sehingga anak memiliki fondasi mental yang kuat saat berinteraksi dengan dunia digital yang luas.

Dalam upaya konkret mendukung keterlibatan orang tua, Pemkab Banjar kini menggalakkan program Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR). Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, sekaligus memastikan bahwa ayah terlibat langsung dalam memantau perkembangan akademik dan personal anak-anak mereka secara konsisten.

Lebih lanjut, Pemkab Banjar memandang bahwa pembangunan keluarga yang berkualitas merupakan kunci utama dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia. Jika peran ayah dan ibu dapat dioptimalkan dalam mendidik generasi penerus, maka Indonesia akan memiliki modal kuat untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang kompeten, berakhlak, dan melek teknologi.

Mengapa Ini Penting

Berita ini relevan karena menyoroti pentingnya peran orang tua sebagai filter utama di tengah paparan konten digital yang tak terbendung bagi anak-anak. Inisiatif seperti GEMAR menjadi contoh bagaimana kebijakan daerah dapat mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan, yang berdampak pada kualitas SDM masa depan Indonesia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit