Berita

Pemkot Jakarta Pusat Perkuat Karakter Aparatur Melalui Program Magang IPDN

Pemkot Jakarta Pusat Perkuat Karakter Aparatur Melalui Program Magang IPDN

Ringkasan

  • Pemkot Jakarta Pusat bekerja sama dengan IPDN untuk mengasah karakter dan kompetensi aparatur melalui program magang praktis di lapangan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat secara resmi menerima mahasiswa Program Studi Profesi Kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk melaksanakan kegiatan magang. Inisiatif ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter aparatur sipil negara yang tangguh serta memperdalam pemahaman praktis mengenai tata kelola pemerintahan daerah yang kompleks.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, dalam sambutannya di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat menegaskan bahwa program magang ini bukan sekadar pemenuhan beban akademik. Menurutnya, pengalaman lapangan di wilayah Jakarta Pusat yang dinamis merupakan laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah integritas dan kemampuan manajerial mereka dalam melayani masyarakat.

Pemkot Jakarta Pusat dinilai sebagai lokasi pembelajaran yang ideal karena karakteristik wilayahnya yang mencakup berbagai aspek tata kelola pemerintahan yang intensif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengamati langsung bagaimana kebijakan publik diimplementasikan mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, yang tentu memiliki tantangan unik di setiap levelnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eric PZ Lumbun juga memberikan instruksi kepada seluruh jajaran perangkat daerah dan pembimbing lapangan agar dapat menjadi teladan bagi para mahasiswa. Pendampingan yang baik diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai realita birokrasi, sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi dinamika persoalan di lapangan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Program Pendidikan Kepamongprajaan IPDN, Muhadam Labolo, menjelaskan bahwa terdapat 57 mahasiswa dari Angkatan XVII Tahun Akademik 2026/2027 yang mengikuti program ini. Peserta magang tersebut terdiri dari aparatur yang telah memiliki posisi strategis di daerah asalnya, seperti asisten, sekretaris dinas, camat, hingga sekretaris kecamatan.

Lebih lanjut, Muhadam memaparkan bahwa tujuan utama dari praktikum ini adalah peningkatan kapasitas aparatur melalui tiga aspek fundamental, yaitu fisik, psikomotorik, dan objektif. Dengan mengintegrasikan teori kepamongprajaan ke dalam praktik nyata, diharapkan para aparatur masa depan ini mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan dan solutif bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan masa pendidikannya.

Mengapa Ini Penting

Penguatan karakter dan kompetensi praktis bagi aparatur pemerintah sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di era digital yang menuntut transparansi. Program ini menjadi model kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam mencetak pemimpin birokrasi yang lebih adaptif dan solutif.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit