Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa penerapan modifikasi gaya hidup sehat merupakan instrumen krusial dalam menekan ekspresi gen diabetes dalam tubuh. Menurutnya, perubahan pola hidup harus selalu menyertai setiap tata laksana pengobatan medis pada berbagai stadium penyakit, sekaligus menjadi edukasi preventif bagi masyarakat yang belum terdiagnosis.
Prof. Dante menyoroti fenomena peningkatan kasus diabetes yang kian mengkhawatirkan akibat semakin rapatnya jejaring genetik diabetes atau 'spider web of genetic of diabetes'. Ia menjelaskan bahwa risiko seseorang mengidap diabetes meningkat secara eksponensial berdasarkan riwayat kesehatan orang tua. Jika salah satu orang tua mengidap diabetes, risiko anak meningkat enam kali lipat, dan risiko tersebut akan melonjak jauh lebih besar jika kedua orang tua memiliki kondisi serupa.
Namun, faktor genetik bukanlah vonis mutlak bagi masa depan kesehatan seseorang. Prof. Dante memaparkan bukti bahwa individu yang membawa gen diabetes tetap dapat menjaga kadar gula darahnya tetap terkendali hingga usia lanjut, yakni 70 hingga 80 tahun, asalkan mereka konsisten menerapkan gaya hidup sehat. Hal ini membuktikan bahwa faktor lingkungan dan perilaku memiliki peran dominan dalam mengendalikan potensi genetik.
Sosialisasi mengenai perubahan gaya hidup sehat harus menyasar individu yang tidak bergejala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko genetik. Langkah konkret yang disarankan meliputi kebiasaan rutin berolahraga, seperti berlari, serta menjaga berat badan agar tetap ideal. Upaya ini dinilai sangat efektif untuk menurunkan risiko diabetes secara signifikan, bahkan bagi individu yang memiliki predisposisi genetik tinggi.
Lebih lanjut, Prof. Dante menekankan bahwa komplikasi diabetes seringkali muncul secara diam-diam sebelum diagnosis medis ditegakkan, seringkali berjalan beriringan dengan faktor risiko lain seperti kolesterol tinggi dan obesitas. Oleh karena itu, penanganan obesitas menjadi titik fokus yang sangat penting. Kita harus memilih untuk berfokus pada pengobatan obesitas sejak dini agar dapat mengubah diagnosis diabetes di masa depan.
Kesimpulannya, modifikasi gaya hidup perlu diintegrasikan di semua lini, kelompok usia, dan lapisan masyarakat. Mengingat tren obesitas yang terus meningkat dan kemudahan akses terhadap gaya hidup tidak sehat, edukasi berkelanjutan mengenai gaya hidup sehat menjadi garda terdepan dalam menekan prevalensi diabetes di Indonesia agar masyarakat dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.