Berita

Perbati Siap Hidupkan Kembali Piala Presiden Usai Asian Boxing 2026

Ringkasan

  • Perbati akan menghidupkan kembali Piala Presiden tahun depan seusai Asian Boxing U19/U23 2026 di Jakarta sukses digelar.

Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) memastikan akan menghidupkan kembali kejuaraan tinju internasional Piala Presiden pada tahun depan. Rencana itu disampaikan menyusul suksesnya penyelenggaraan Asian Boxing U19 dan U23 2026 di Jakarta pada 5–16 Juli.

Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatan menyatakan bahwa momentum kejuaraan Asia yang baru saja digelar menjadi landasan bagi Indonesia untuk kembali menyelenggarakan turnamen bergengsi berlevel internasional. Menurut dia, waktu penyelenggaraan Piala Presiden tidak mungkin dilakukan tahun ini sehingga target dipundakkan ke tahun depan.

Asian Boxing U19 dan U23 2026 merupakan ajang yang digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Kejuaraan berlangsung di Basket Hall, Senayan, dan diikuti 329 petinju muda putra serta putri dari 20 federasi nasional di Asia.

Kelancaran turnamen tersebut menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah even tinju kelas Asia. Perbati menilai pencapaian ini bukan sekadar catatan administratif, melainkan bukti bahwa ekosistem tinju domestik mulai berfungsi secara organisatoris.

Lebih dari sekadar penyelenggaraan, tim nasional Indonesia menorehkan hasil mengejutkan. Skuad Merah Putih mengoleksi tujuh medali yang terdiri atas satu emas, satu perak, dan lima perunggu.

Prestasi itu mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 34 tahun di level Asia. Terakhir kali tinju Indonesia berprestasi di pentas benua adalah pada era Hendri Simangunsong dan Albert Papilaya.

Kehadiran Piala Presiden kelak diharapkan menjadi panggung lanjutan bagi atlet muda yang baru muncul. Hengky menekankan bahwa kompetisi internasional sangat penting untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kekuatan petinju lokal terhadap negara lain.

Dampaknya tidak hanya dirasakan atlet elite. Klub daerah, pelatih, dan sponsor lokal akan memperoleh ruang eksposur yang selama ini terbatas. Kejuaraan bertaraf internasional di tanah air juga mendorong industri penunjang seperti peralatan olahraga dan pariwisata olahraga.

Bagi pembaca di Indonesia, rencana ini relevan dengan kebangkitan minat olahraga prestasi pasca-Asian Boxing. Masyarakat mulai melihat tinju bukan sekadar hiburan, tetapi jalur prestasi yang bisa dibanggakan di level dunia.

“Kami akan mencoba untuk mengembalikan adanya Piala Presiden di Indonesia. Kalau tahun ini sudah tidak memungkinkan, target kami digelar tahun depan,” kata Hengky Silatan di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan bahwa kejuaraan level internasional menjadi bagian dari strategi mengejar target utama: membawa tinju Indonesia ke Olimpiade. Persaingan rutin dengan petinju terbaik dunia dinilai satu-satunya cara meretas jalan ke multicabang olahraga terbesar tersebut.

Ke depan, Perbati akan fokus pada penyusunan jadwal dan komunikasi dengan federasi internasional. Jika terealisasi, Piala Presiden bisa menjadi kalender tahunan yang memperkuat posisi Indonesia di peta tinju Asia.

Langkah strategis itu juga akan diuji dari sisi pembiayaan dan dukungan pemerintah. Tanpa sinergi antarlembaga, kebangkitan prestasi tinju berisiko hanya menjadi euforia sesaat setelah Asian Boxing usai.

Mengapa Ini Penting

Rencana Perbati menyambung kebangkitan tinju nasional ke jenjang internasional yang berkelanjutan, bukan sekadar euforia even sesaat. Piala Presiden berpotensi menarik investasi sponsor dan menciptakan ekosistem klub daerah yang lebih kompetitif. Masyarakat mendapatkan role model atlet muda dari daerah yang selama ini minim panggung. Keberhasilan ini juga menjadi ujian nyata terhadap konsistensi pembinaan olahraga prestasi di Indonesia menjelang siklus Olimpiade.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
17 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit