Internasional

Perpetuals.com Batalkan Rencana Akuisisi Anak Usaha Kripto Keluarga Trump

Ringkasan

  • Perpetuals.com menghentikan rencana mengakuisisi anak usaha AI Financial yang berafiliasi dengan World Liberty Financial milik keluarga Trump.
  • Surat niat (LOI) resmi dibatalkan pada Selasa pekan ini.

Perusahaan fintech global Perpetuals.com memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraan terkait akuisisi sebagian bisnis yang erat kaitannya dengan World Liberty Financial, ventura kripto yang didukung keluarga mantan Presiden AS Donald Trump. Keputusan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi pada Selasa lalu.

Surat niat (LOI) yang sebelumnya sempat mencuat kini resmi berakhir. Perpetuals menegaskan tidak akan lagi mengejar pembelian anak usaha AI Financial Corporation, yakni Alt5 Sigma Canada, Inc. Sementara itu, perwakilan dari AI Financial yang sebelumnya bernama ALT5 Sigma memilih diam dan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Kabar mengenai rencana akuisisi ini pertama kali muncul pada 7 Juli, ketika Perpetuals yang berbasis di Amerika Serikat dan berkantor pusat di Jepang mengumumkan penandatanganan term sheet yang tidak mengikat. Namun, manuver tersebut berakhir cepat menyusul ketidakpastian yang menyelimuti entitas yang hendak dibelinya.

Latar belakang dari entitas yang terlibat cukup membingungkan pasar. Pada Agustus tahun lalu, World Liberty Financial menjalin kemitraan dengan ALT5 Sigma, perusahaan kecil yang terdaftar di Nasdaq dan mengalami kerugian secara konsisten. Mereka menyepakati skema di mana ALT5 Sigma menghimpun dana sebesar 750 juta dolar AS melalui penerbitan saham baru.

Dari total dana tersebut, ALT5 Sigma menggunakan 717 juta dolar AS untuk membeli token World Liberty. Transaksi itu secara langsung mengalirkan lebih dari 500 juta dolar AS ke kantong keluarga Trump, berdasarkan laporan Reuters terkait struktur kesepakatan mereka dengan World Liberty Financial. Skema pembelian token oleh perusahaan terbuka ini memicu berbagai pertanyaan mengenai tata kelola dan potensi benturan kepentingan.

Bagi industri fintech dan aset kripto global, pembatalan ini menjadi sinyal bahwa investor institusional mulai berhati-hati terhadap aset yang memiliki ikatan politis kuat. Volatilitas dan risiko reputasi menjadi pertimbangan utama Perpetuals sebelum menggelontorkan modal.

Di Indonesia, tren kemitraan antara figur publik dengan perusahaan kripto memang belum semasif di AS, namun potensi konflik kepentingan serupa tetap perlu diwaspadai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) selama ini ketat mengawasi peredaran aset digital. Masyarakat Indonesia yang berinvestasi melalui platform lokal seperti Pintu atau Indodax sebaiknya mencermati bagaimana regulasi global merespons entitas berisiko tinggi. Teknologi ledger terdistribusi dan tokenisasi aset memang sudah merambah pasar domestik, namun pengawasan terhadap emiten yang tiba-tiba beralih ke kripto harus ditingkatkan.

Anjloknya harga saham ALT5 Sigma menjadi pelajaran berharga. Sejak penutupan kesepakatan pada 11 Agustus, harga saham entitas tersebut merosot tajam dari posisi di atas 9 dolar AS menjadi sekitar 53 sen pada Selasa lalu. Kerugian investor ritel yang masuk ke saham ini sangat dalam, mengingatkan pada pentingnya uji tuntas sebelum menanamkan modal di emiten yang tiba-tiba berganti haluan bisnis.

Dalam pernyataan resminya, Perpetuals hanya menyebut bahwa pihaknya telah menghentikan pengejaran akuisisi dan membatalkan LOI sebelumnya. "Perpetuals memutuskan untuk tidak melanjutkan akuisisi anak usaha AI Financial Corporation, Alt5 Sigma Canada, Inc., dan surat niat sebelumnya telah dihentikan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Di sisi lain, pihak AI Financial Corporation belum menunjukkan transparansi. Ketidakresponsifan mereka terhadap permintaan komentar menambah spekulasi bahwa struktur internal perusahaan sedang menghadapi tekanan berat pasca-penarikan diri calon pembeli strategis seperti Perpetuals.

Ke depan, nasib World Liberty Financial dan ALT5 Sigma di pasar modal AS akan menghadapi ujian berat. Tanpa suntikan akuisisi dari Perpetuals, likuiditas dan kepercayaan pasar terhadap entitas yang berafiliasi dengan keluarga Trump ini diprediksi akan terus tergerus.

Tren akuisisi di sektor fintech kemungkinan akan semakin selektif. Perusahaan global seperti Perpetuals menunjukkan bahwa meski ada daya tarik pada nama besar, fundamental bisnis dan kejelasan regulasi tetap menjadi prioritas mutlak. Pasar kripto global diproyeksikan akan kembali menekankan pada utilitas nyata ketimbang sekadar mengandalkan ikatan brand atau figur politik.

Mengapa Ini Penting

Pembatalan akuisisi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor institusional terhadap aset kripto yang sarat muatan politis dan berisiko reputasi tinggi. Masyarakat Indonesia perlu memahami bahwa ikatan nama besar atau figur politik tidak menjamin keamanan investasi, sebagaimana terlihat dari anjloknya saham ALT5 Sigma. Regulator domestik seperti OJK dan Bappebti dapat mengambil pelajaran mengenai pentingnya pengawasan ketat terhadap emiten yang tiba-tiba beralih ke aset digital. Tren ini juga mengisyaratkan bahwa pasar global akan menuntut transparansi dan utilitas nyata dari proyek kripto, bukan sekadar sensasi branding.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit