PT Pertamina (Persero) saat ini tengah mengintensifkan proses perizinan agar kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride dapat segera melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai upaya perusahaan dalam mengamankan pasokan energi nasional di tengah situasi geopolitik yang kembali memanas di kawasan tersebut.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keamanan pelayaran kapal tersebut. Situasi di Selat Hormuz yang tidak menentu menyebabkan jadwal perjalanan kargo VLCC Pertamina Pride harus mengalami penundaan sementara waktu.
Baron menegaskan bahwa pasokan minyak mentah yang diangkut oleh VLCC Pertamina Pride memiliki peran krusial bagi operasional kilang domestik. Setelah berhasil melewati titik kritis di Selat Hormuz, kapal tersebut dijadwalkan untuk langsung menuju Kilang Cilacap, Jawa Tengah, guna menjaga stabilitas produksi bahan bakar minyak di dalam negeri.
Sebelumnya, Pertamina mencatat keberhasilan kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dalam melintasi Selat Hormuz. Keberhasilan tersebut dicapai melalui koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri, setelah kapal sempat tertahan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Proses pelayaran kapal Gamsunoro sendiri berlangsung selama 16 jam dengan pengawasan ketat. Keberhasilan ini menjadi tolok ukur bagi manajemen risiko yang diterapkan PIS dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional di tengah ketidakpastian keamanan global yang sering kali mengancam jalur perdagangan laut utama.
Pertamina terus berkomitmen untuk memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz secara real-time. Manajemen Pertamina memohon dukungan masyarakat agar situasi di kawasan tersebut segera mereda, sehingga distribusi energi yang dibawa oleh Pertamina Pride dapat disalurkan sesuai jadwal demi menjaga ketahanan energi nasional.