Pemerintah Kota Jakarta Timur secara konsisten menjadikan program pertanian perkotaan atau urban farming sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayahnya. Strategi ini diimplementasikan melalui pembinaan intensif terhadap kelompok tani, pendampingan masyarakat, serta pengembangan berbagai inisiatif yang mendukung produktivitas lahan di kawasan pemukiman.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fauzi, menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya terbatas pada pencapaian seremonial. Program ini dirancang sebagai upaya berkelanjutan untuk mengubah lahan terbatas di area padat penduduk menjadi sumber pangan sehat sekaligus peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Kesungguhan Jakarta Timur dalam mengelola program ini membuahkan hasil membanggakan dengan diraihnya Juara I dalam Lomba Hasil Panen Terbaik pada Festival Urban Farming Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026. Ajang yang diselenggarakan di Istora Senayan tersebut juga mencatatkan rekor MURI bagi Jakarta Timur melalui keberhasilan menampilkan lebih dari 25 varietas hasil panen yang beragam.
Selain sektor masyarakat umum, prestasi juga ditorehkan oleh RSUD Cipayung yang meraih Juara II dalam Kategori Urban Farming untuk Instansi Pelayanan Kesehatan dan Sosial. Keberhasilan ini membuktikan bahwa konsep pertanian perkotaan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai lini instansi untuk mendukung kemandirian pangan di tingkat lokal.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, kelompok tani, hingga peran aktif Tim Penggerak PKK. Sinergi ini dianggap sebagai kunci dalam mengoptimalkan budidaya pertanian, perikanan, dan peternakan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Ke depannya, Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke lingkungan warga yang lebih luas. Melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern dan edukasi berkelanjutan, diharapkan urban farming tidak hanya menjadi solusi pangan, tetapi juga berperan penting dalam memperbaiki kualitas lingkungan serta menciptakan kota yang lebih berkelanjutan dan mandiri secara ekonomi.