PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi standar keselamatan di sektor minyak dan gas bumi. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi strategis dengan Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan seluruh operasional infrastruktur gas berjalan aman dan andal.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyampaikan bahwa keselamatan bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan telah menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap aktivitas operasional perusahaan. Sebagai pengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, PGN memprioritaskan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama menjaga keberlanjutan energi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan 'Audiensi Umum dengan Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di Lingkungan Subholding Gas PGN' yang berlangsung di Kantor Pusat PGN, Jakarta. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi penting antara pelaku industri dan regulator untuk menyelaraskan standar keselamatan kerja di lapangan.
Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas, Joko Hadi Wibowo, yang hadir dalam acara tersebut, menekankan peran vital keselamatan dalam mendukung swasembada energi nasional. Menurutnya, implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten adalah kunci utama dalam melindungi pekerja, masyarakat sekitar, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Selain Mirza Mahendra, jajaran direksi PGN lainnya seperti Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, dan Direktur Komersial Aldiansyah Idham turut hadir. Mereka berdiskusi bersama para kepala teknik dari berbagai entitas di bawah subholding gas untuk mengoptimalkan strategi mitigasi risiko operasional.
Penguatan sinergi ini juga bertujuan untuk mencapai target 'zero unplanned shutdown' guna menjamin pasokan energi tetap stabil dan berkelanjutan bagi kebutuhan industri maupun rumah tangga. Melalui kolaborasi intensif antara regulator dan badan usaha, diharapkan budaya keselamatan di sektor migas Indonesia akan semakin kokoh dan berstandar internasional.