Gedung Youth Center Kota Padang penuh semangat pada penutupan Padang International Animation and Game Expo (PIAGEX) 2026, Senin (27/7). Ajang perdana ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas generasi — pelajar, guru, komunitas kreatif, hingga pelaku industri — untuk mengembangkan potensi di bidang animasi, coding, dan pengembangan game. Sekretaris Disdikbud Kota Padang, Ikhwansyah, menilai antusiasme peserta melebihi ekspektasi awal.
Tujuh kategori perlombaan dibuka, mencakup animasi, game development, coding block, hingga pengembangan intellectual property (IP). Setiap kategori dirancang merepresentasikan kebutuhan kekinian siswa sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru di bidang algoritma dan pemrograman. Romy Elpa Segas, Kepala Bidang Infrastruktur TI Diskominfo sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengarah PIAGEX, hadir menyaksikan proses penilaian hingga pengumuman pemenang.
Penyelenggaraan PIAGEX selaras dengan dua program unggulan Pemkot: Padang Juara dan Padang Smart City. Ikhwansyah menekankan, ketujuh kategori lomba tidak sekadar kompetisi teknis, tapi cerminan upaya membangun ekosistem digital yang inklusif. "Semuanya sangat mewakili kondisi kekinian anak-anak kita, termasuk pengembangan kompetensi guru," ujarnya. Disdikbud berharap bakat coding siswa tersalurkan dengan benar, sekaligus membuka peluang prestasi di kancah nasional bahkan internasional.
Keunikan PIAGEX 2026 terletak pada integrasi identitas lokal ke dalam karya digital. Sejumlah game peserta mengangkat tema Gastronomy City dan Loji Belanda — dua ikon budaya yang jadi fokus peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 pada 7 Agustus mendatang. Game bertema kuliner Minang dan arsitektur kolonial Belanda itu bukan hanya tugas sekolah, tapi bukti nyata bagaimana generasi muda memanfaatkan teknologi untuk mendokumentasikan dan mempromosikan warisan kota mereka.
Di kategori Game Development Tingkat SMP, SlushGame Development meraih juara pertama melalui karya "Minang Destiny" dengan skor 349. Posisi dua dan tiga masing-masing diraih MCQ 30 Team ("Nyx The Alien Jumper", 344) dan Eco-Ranger ("AdiwiSchool", 342). Untuk kategori Edugame Development (Guru), Andre Agasi unggul dengan "Hardware Heroes" (334), mengungguli Hafizul Hakim ("School Defense", 323) dan Marina Oktavia ("Password Defender", 311).
Kategori Animasi Pendek 2D/3D dimenangkan Percik Animation lewat "Loji Belanda" yang meraih skor tertinggi 363. Tiara Amelia Putri ("Dunia Milik Nile", 345) dan Raudhatul Hasanah ("We'll Meet Again", 344) menempati posisi dua dan tiga. Di Live Game Coding Block, Zaki Al Mushaddiq (SMPN 5 Padang) juara satu, diikuti Shidqia Dianata (SMPN 30) dan Marcel Rivano Kurniawan (SMP Maria).
Kategori khusus BFOD 2026–Gastronominang menghadirkan peserta lintas negara. Laureen Nadia Hendrawan (Jakarta) juara melalui "Merangkai Semangkuk Rasa", sementara Wan Muhammad Abduh (Malaysia) mendapat Juara Favorit dengan "Rasa Leluhur di Dapur Gadang". Game Jam Indie Padang dimenangkan Lalizard dari Batigo Studio. Di IP Development – Padang Gastronomy City, Rahmat Raffydo juara satu dengan karya "RANGKU" (skor 372). Penghargaan Stand Voting Terbanyak diraih SMPN 2 dan SMP Maria Padang.
Hasil-hasil ini menunjukkan kedalaman talenta yang tersimpan di tingkat sekolah menengah. Peserta tidak hanya menguasai tools teknis, tapi mampu merancang narasi, mekanik permainan, dan estetika visual yang koheren. Keterlibatan guru di kategori Edugame menandakan pergeseran paradigma: pendidik tidak lagi sekadar fasilitator, tapi ikon, melainkan kreator konten pembelajaran berbasis game.
Keterlibatan Diskominfo melalui Romy Elpa Segas menegaskan komitmen pemerintah daerah membangun infrastruktur pendukung — dari konektivitas, ruang kolaborasi, hingga program inkubasi startup kreatif. Model PIAGEX yang menggabungkan kompetisi, pameran, dan networking ini bisa jadi template untuk kota-kota lain yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif digital berbasis kearifan lokal.
Tantangan ke depan adalah keberlanjutan. PIAGEX tidak boleh berhenti jadi event tahunan tanpa follow-up. Perlu ada jalur inkubasi bagi karya terpilih, program mentoring industri, serta skema pendanaan agar prototipe game dan animasi siswa bisa jadi produk komersial. Kolaborasi dengan perguruan tinggi tinggi di Sumatera Barat — seperti Andalas atau UNP — bisa memperkuat pipeline talenta.
Dampak jangka panjang PIAGEX terasa pada pergulatan narasi identitas Padang di era digital. Anak-anak belajar coding sambil memahami sejarah Loji Belanda, atau desain level game sambil mengenal bumbu rendang. Itu literasi digital yang bermakna — bukan sekadar mahir teknis, tapi sadar budaya. Jika dikelola konsisten, PIAGEX bisa menjadikan Padang sebagai hub talenta digital Sumatera Barat yang ekspor kreativitas, bukan hanya tenaga kerja.