Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada Senin (6/7) untuk menghadiri pertemuan leaders' retreat bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pertemuan ini menandai retret kedua bagi kedua pemimpin negara tersebut, yang bertujuan untuk memperkokoh fondasi hubungan bilateral yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kantor Perdana Menteri Singapura pada Minggu, kunjungan ini menegaskan kembali komitmen kuat dari kedua pemerintah untuk terus memperdalam kerja sama strategis di berbagai sektor. Pertemuan ini dipandang sebagai momentum krusial untuk mengevaluasi progres proyek-proyek bilateral yang telah disepakati sejak retret sebelumnya yang diselenggarakan di Singapura pada Juni 2025 lalu.
Agenda utama dalam pertemuan di Jakarta ini mencakup diskusi mendalam mengenai penguatan kolaborasi di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, baik di tingkat regional maupun global. Kedua pemimpin juga dijadwalkan untuk bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik terkini, termasuk dampak dari krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah terhadap stabilitas kawasan.
Sektor ekonomi tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kedua negara. Tercatat bahwa Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keenam bagi Singapura sepanjang tahun 2025. Selain itu, Singapura secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai investor asing langsung (FDI) terbesar di Indonesia sejak tahun 2014, dengan total aliran investasi mencapai US$17,4 miliar pada tahun 2025.
Dalam lawatan ini, PM Lawrence Wong tidak datang sendiri. Beliau didampingi oleh delegasi menteri senior, termasuk Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Pertahanan Chan Chun Sing, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, serta Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Masagos Zulkifli dan Menteri Tenaga Kerja Tan See Leng.
Sementara PM Wong menjalankan tugas kenegaraan di Jakarta, Kantor Perdana Menteri Singapura mengumumkan bahwa Menteri Koordinator Keamanan Nasional dan Menteri Dalam Negeri, K. Shanmugam, akan memegang tanggung jawab sebagai penjabat perdana menteri. Hal ini memastikan kelancaran administrasi pemerintahan di Singapura tetap terjaga selama masa kunjungan tersebut berlangsung.