Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya secara resmi telah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis Jakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pengamanan rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (6/7) hingga Rabu (8/7).
Dirlantas Polda Metro Jaya, Brigjen Komarudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memetakan rute yang akan dilintasi oleh rombongan tamu kenegaraan. Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian acara kenegaraan akan dimulai setiap harinya pada pukul 17.00 WIB hingga selesai. Koordinasi ketat dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas delegasi sekaligus meminimalisir dampak kemacetan bagi masyarakat umum.
Terdapat 12 ruas jalan protokol yang menjadi fokus utama rekayasa lalu lintas, di antaranya adalah Jalan Raya Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, serta Jalan HR Rasuna Said. Selain itu, kawasan bisnis dan pusat pemerintahan seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka Barat juga masuk dalam daftar rute yang akan dilalui rangkaian kendaraan kebesaran tamu kenegaraan.
Lebih lanjut, ruas jalan lainnya yang mencakup Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Imam Bonjol, Jalan Prof Satrio, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Gerbang Pemuda juga akan mendapatkan perlakuan khusus. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penutupan jalan bersifat situasional dan hanya akan diberlakukan sesaat saat rombongan melintas.
Brigjen Komarudin menekankan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjamin protokol keamanan tamu negara tanpa harus menutup akses jalan secara permanen bagi warga. Masyarakat diimbau untuk tidak perlu khawatir berlebihan, karena petugas di lapangan akan membuka kembali akses jalan segera setelah rangkaian delegasi melewati area tersebut dengan aman.
Melalui akun media sosial resmi @tmcpoldametro, pihak kepolisian menyarankan agar masyarakat yang berencana melintasi jalur-jalur tersebut untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal atau memilih rute alternatif. Langkah proaktif ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari kepadatan lalu lintas selama agenda kenegaraan berlangsung di Jakarta.