Internasional

Polisi Hong Kong Tangkap 125 Orang Terkait Praktik Monopoli Bisnis Katering di Lokasi Konstruksi

Polisi Hong Kong Tangkap 125 Orang Terkait Praktik Monopoli Bisnis Katering di Lokasi Konstruksi

Ringkasan

  • Kepolisian Hong Kong menangkap 125 orang dari sindikat triad yang memonopoli bisnis katering di lokasi konstruksi melalui kekerasan.

Kepolisian Hong Kong baru saja melancarkan operasi besar-besaran terhadap sindikat kejahatan terorganisir atau triad yang beroperasi di wilayah East Kowloon. Dalam operasi penyamaran yang intensif, pihak berwajib berhasil menangkap 125 individu yang diduga terlibat dalam praktik monopoli bisnis katering makan siang bagi para pekerja di lokasi konstruksi.

Para pelaku dilaporkan menggunakan berbagai metode kekerasan dan intimidasi untuk menyingkirkan vendor makanan pesaing. Tindakan kriminal yang dilakukan mencakup pemerasan, perusakan properti, hingga aksi pembakaran, yang bertujuan untuk memaksa para pekerja konstruksi hanya membeli makanan dari penyedia yang dikendalikan oleh sindikat tersebut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, sindikat ini tertarik pada bisnis katering karena menjanjikan basis pelanggan yang stabil dan pendapatan rutin yang konsisten. Dengan menguasai rantai pasokan makanan di proyek-proyek perumahan publik maupun swasta, kelompok ini mampu mengeruk keuntungan ilegal yang signifikan di luar kegiatan kriminal lainnya.

Sebanyak 48 pria dan 77 wanita, dengan rentang usia antara 22 hingga 81 tahun, telah diamankan petugas. Mereka menghadapi berbagai tuduhan serius, termasuk mengaku sebagai anggota triad, melakukan pemerasan, intimidasi kriminal, pencucian uang, serta menjalankan restoran tanpa izin dan mengoperasikan tempat perjudian ilegal.

Au Yeung Tak, pejabat senior sementara dari biro kejahatan terorganisir dan triad, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan pukulan telak bagi kelompok kriminal yang mencoba menyusup ke sektor layanan dasar konstruksi. Di antara mereka yang ditangkap, terdapat otak utama sindikat, tiga anggota kunci, dan lima karyawan yang memfasilitasi operasional harian.

Kasus ini menyoroti bagaimana kelompok kriminal terorganisir terus mencari cara untuk mengeksploitasi sektor ekonomi riil di lingkungan perkotaan. Pihak kepolisian Hong Kong menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi di lokasi pembangunan guna memastikan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari pengaruh elemen kriminal yang merugikan masyarakat serta pelaku usaha kecil lainnya.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi sektor konstruksi di Indonesia mengenai risiko infiltrasi sindikat ke dalam rantai pasokan logistik proyek. Pengawasan ketat terhadap vendor pihak ketiga sangat krusial untuk mencegah praktik monopoli paksa yang dapat meningkatkan biaya operasional dan mengancam keselamatan pekerja di lapangan.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit