Berita

Polres Katingan Ringkus Tiga Terduga Pelaku Penyerangan Anggota Satresnarkoba

Polres Katingan Ringkus Tiga Terduga Pelaku Penyerangan Anggota Satresnarkoba

Ringkasan

  • Polres Katingan menangkap tiga pelaku penyerangan yang menewaskan tiga anggota polisi saat operasi penggerebekan narkoba di Kalteng.

Kepolisian Resor Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan brutal terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan. Insiden tragis ini terjadi saat aparat kepolisian tengah melaksanakan operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari lalu.

Dalam keterangan resminya, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap ketiga terduga pelaku yang masing-masing berinisial R, S alias A, dan N. Penangkapan dilakukan secara bertahap setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.

Menurut keterangan pihak kepolisian, ketiga pelaku diduga kuat terlibat aktif dalam aksi perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang. Tindakan kekerasan tersebut berujung fatal bagi tiga personel kepolisian yang bertugas. Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi kejadian, sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan setelah sempat dilaporkan hilang.

AKBP Dodik Hartono menyatakan bahwa status hukum terhadap ketiga pelaku saat ini sedang diproses. Sebagian dari mereka telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, sementara pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap peran masing-masing individu dalam insiden tersebut untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

Selain fokus pada penanganan para pelaku penyerangan, Polres Katingan saat ini juga tengah memburu bandar narkoba berinisial B yang menjadi target utama dalam operasi penggerebekan tersebut. Pengejaran terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai satuan untuk memastikan bandar narkoba tersebut segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum di lapangan saat memberantas peredaran narkoba. Polri berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan narkotika maupun pihak-pihak yang berupaya menghalangi tugas kepolisian dengan kekerasan fisik, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti tantangan berat dan bahaya nyata yang dihadapi aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan narkotika di daerah terpencil. Kejadian ini menekankan pentingnya evaluasi prosedur operasi standar (SOP) keamanan bagi personel kepolisian di lapangan agar risiko kehilangan nyawa dapat diminimalisir saat menghadapi sindikat kriminal.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit