Polresta Bandung menambah satu pintu masuk penonton menjadi empat untuk mengamankan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Kepolisian Resort Kota Bandung, Jawa Barat, juga menyiapkan empat titik pemeriksaan tubuh (body checking) sebelum penonton memasuki area stadion, dengan total akses menuju tribun direncanakan sebanyak 12 pintu. Kombes Pol Aldi Subartono, Kapolresta Bandung, mengatakan penambahan ini bertujuan mencegah antrean penonton membludak dan memperlancar alur pemeriksaan saat pertandingan berlangsung. "Tahun lalu itu ada tiga, sekarang ada empat. Akses yang kita buka, harapannya adalah agar antrean tidak membludak atau mengurai antrean," katanya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan keamanan yang lebih matang menjelang turnamen yang akan berlangsung dari 25 Juli hingga 6 Agustus mendatang. Selain penambahan akses, Polresta Bandung mendapat dukungan penuh dari Polda Jawa Barat, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Personel yang akan diterjunkan masih dalam tahap penghitungan untuk memastikan kebutuhan keamanan sesuai dengan situasi dan kondisi selama pertandingan.
"Intinya kami Polresta Bandung di-backup oleh Polda Jawa Barat, TNI, dan stakeholder terkait. Insyaallah siap mengamankan dan melaksanakan Piala Presiden ini," ujarnya. Rapat koordinasi telah dilakukan untuk menyatukan kesiapan seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kepolisian, TNI, Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Perhubungan, pengelola stadion, PLN, hingga pihak lain yang mendukung kelancaran acara. Karo Ops Polda Jawa Barat, Kombes Pol La Ode Aries El Fathir, mengatakan bahwa pengamanan tidak hanya melibatkan unsur keamanan, tetapi juga kenyamanan pengunjung, penonton, masyarakat sekitar, dan tim yang bertanding.
Ia menjelaskan bahwa Stadion Si Jalak Harupat kembali dipilih sebagai salah satu lokasi pertandingan, sehingga menjadi kepercayaan bagi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. "Karena waktu terus bergulir, kami bersama seluruh stakeholder terkait, panitia pelaksana, dan teman-teman dari TNI melaksanakan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi," katanya. Rapat tersebut membahas strategi-strategi yang akan dilakukan dalam menjaga keamanan, kelancaran, dan kenyamanan seluruh pengunjung.
Sementara itu, analis keamanan stadion dari Universitas Padjadjaran, Dr. Reza Pratama, menilai penambahan pintu masuk dan pemeriksaan tubuh merupakan langkah standar internasional yang layak diterapkan di Indonesia. "Di banyak negara, especially di turnamen besar, pemeriksaan berlapis dan akses multiple entry dapat mengurangi risiko kemacetan dan meningkatkan pengawasan terhadap barang terlarang seperti flare," ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga dapat menjadi contoh bagi stadion-stadion lain di Indonesia yang akan menjadi tuan rumah acara besar di masa depan.
Dampak dari persiapan ini terasa langsung di kalangan pelaku usaha di sekitar stadion. Warung-warung makan, angkutan umum, dan pedagang tiket mengalami peningkatan pesanan sejak pengumuman jumlah tiket fase awal. "Biasanya menjelang Piala Presiden, penjualan makanan dan transportasi meningkat sekitar 30 persen. Dengan tambahan penonton yang dapat masuk lebih cepat, kami berharap pertumbuhan ini terus berlanjut," kata Sari, pemilik warung makan dekat stadion.
Dari sisi penonton, penambahan pintu masuk diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan pengalaman menonton. "Saya pernah mengalami antrean panjang saat menonton pertandingan sebelumnya. Dengan lebih banyak pintu, saya yakin proses masuk akan lebih lancar," kata Budi, seorang suporter yang tinggal di Bandung.
Ke depan, Polresta Bandung berencana untuk mengevaluasi efektivitas penambahan pintu dan pemeriksaan tubuh setelah beberapa pertandingan awal. Jika diperlukan, teknologi seperti metal detector otomatis dan kamera pengawas canggih dapat diintegrasikan untuk meningkatkan keamanan. "Kami akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan lapangan," kata Aldi. Rencana ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menjadikan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue kelas internasional yang siap menyelenggarakan acara olahraga besar baik nasional maupun internasional.
Dengan demikian, persiapan keamanan yang matang ini tidak hanya bertujuan untuk mengamankan Piala Presiden 2026, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan olahraga di Jawa Barat dan Indonesia secara luas.