Seorang pria berusia 30 tahun bernama Yip Chee Ming dijatuhi hukuman penjara selama 16 bulan dan dua minggu oleh pengadilan di Singapura. Hukuman ini diberikan setelah ia terbukti terlibat dalam sebuah sindikat penipuan terorganisir yang berbasis di Phnom Penh, Kamboja, pada akhir tahun 2024 lalu.
Dalam persidangan yang berlangsung pada Jumat (26/6), terungkap bahwa Yip hanya bertahan selama tiga hari di dalam sindikat tersebut. Ia dipecat oleh kelompok kriminal itu karena dianggap memiliki kinerja yang buruk dan tidak mampu melakukan satu pun panggilan penipuan yang berhasil kepada calon korbannya.
Kasus ini bermula pada Oktober 2024 ketika Yip direkrut oleh seorang kenalan bernama "Jason" untuk bekerja di pusat penipuan luar negeri. Tergiur dengan tawaran gaji pokok sebesar US$1.800 per bulan ditambah komisi satu persen dari hasil penipuan, Yip akhirnya setuju untuk bergabung dan berangkat ke Kamboja.
Setibanya di lokasi, Yip diberikan pelatihan berupa skrip untuk berpura-pura menjadi petugas bank. Modus operandi yang dijalankan adalah meyakinkan korban bahwa terdapat transaksi mencurigakan di rekening mereka, kemudian mengarahkan korban untuk mentransfer dana ke rekening yang dikuasai sindikat.
Namun, Yip kesulitan menghafal dan menyampaikan skrip tersebut dengan meyakinkan. Karena kegagalannya yang berulang selama dua hari berturut-turut, pihak sindikat memutuskan untuk memutus hubungan kerja secara sepihak. Sebelum dipulangkan ke Malaysia, ponsel pribadinya disita dan semua bukti komunikasi mengenai sindikat tersebut dihapus oleh anggota kelompok.
Setelah sempat bekerja sebagai kurir di Singapura pada awal 2025, Yip akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang pada September 2025. Meskipun pengacara pembela berargumen bahwa Yip tidak pernah berhasil menipu satu orang pun dan hanya bergabung dalam waktu singkat, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman penjara sebagai bentuk penegakan hukum atas keterlibatannya dalam kejahatan terorganisir.