Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardhani bertekad tampil mati-matian saat menghadapi unggulan asal China Wang Zhi Yi pada perempat final Japan Open 2026. Laga penentuan itu akan berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jumat (17/7), dan menjadi ujian berat bagi Putri yang harus mengalahkan pemain peringkat empat besar dunia.
Putri KW menyadari lawan yang dihadapi bukanlah pebulu tangkis biasa. Wang Zhi Yi saat ini menempati posisi elite di rangking tunggal putri global, sehingga pertandingan diprediksi berjalan ketat dan penuh tekanan. Bagi atlet berusia muda asal Indonesia ini, kekuatan mental menjadi kunci utama untuk tidak mudah patah menghadapi serangan lawan.
Tiket perempat final diraih Putri setelah menundukkan wakil Chinese Taipei Huang Yu-Hsun dengan dua gim langsung 21-19 dan 21-9. Kemenangan tersebut menunjukkan peningkatan ritme permainan yang lebih terkendali dibandingkan penampilan sebelumnya di turnamen awal musim. Ia mampu membatasi ruang gerak Huang yang dikenal agresif di area atas net.
Huang merupakan tipe pemain dengan variasi pukulan mirip gaya tunggal putra. Hal itu sempat menyulitkan Putri karena bola lob dan smes cepat kerap bergantian dalam satu rally. Strategi membatasi bola atas lawan menjadi senjata utama, meski Putri mengaku tidak melakukannya di setiap poin agar tidak kehilangan kejutan.
Japan Open 2026 termasuk dalam rangkaian turnamen bergengsi BWF World Tour Super 750. Prestasi di sini sangat berpengaruh terhadap akumulasi poin menuju Olimpiade mendatang. Keberhasilan melangkah jauh akan menambah kepercayaan diri skuad Merah Putih yang tengah membangun regenerasi sektor tunggal putri.
Bagi pecinta bulu tangkis Tanah Air, aksi Putri KW membawa harapan baru. Sektor tunggal putri sempat lama bergantung pada Gregoria Mariska Tunjung, sehingga munculnya wajah fresh di perempat final level tinggi menjadi kabar positif. Masyarakat Indonesia memang selalu memberikan dukungan besar terhadap atlet yang berani melawan pemain top dunia.
Dampaknya melampaui sekadar olahraga. Penampilan apik atlet muda menambah daya tarik sponsor lokal terhadap bulu tangkis sebagai medium pemasaran. Industri event dan penyiaran juga diuntungkan karena rating tayangan meningkat saat pemain Indonesia berlaga di turnamen luar negeri.
Di sisi lain, tantangan Wang Zhi Yi nyata adanya. Pemain China itu memiliki konsistensi dan fisik yang jarang dimiliki pebulu tangkis lain di ranking serupa. Putri harus menjaga fokus sepanjang laga agar tidak terjebak pola permainan lawan yang rapi dan sabar.
"Besok akan berhadapan dengan Wang Zhi Yi, tidak mudah pastinya melawan top 4 tapi saya mau habis-habisan dan mati-matian. Pikiran harus jauh lebih kuat dan tahan karena dia pasti tidak mudah dimatikan," ucap Putri merujuk keterangan resmi PBSI.
Ia menambahkan bahwa kemenangan atas Huang didapat lewat penguasaan tempo. "Saya memang membatasi bola atasnya dia tapi tidak yang setiap poin harus begitu, kalau pun harus angkat atau nge-lob yakin aja dengan pukulan berikutnya," tutur Putri.
Proyeksi ke depan, jika Putri mampu menumbangkan Wang, langkahnya ke semifinal akan membuka peluang poin besar. Hal itu sekaligus memantapkan posisinya sebagai salah satu tunggal putri Indonesia yang diperhitungkan di pentas internasional. Sebaliknya, kekalahan pun tidak mengurangi nilai pengalaman menghadapi elite dunia.
Turnamen di Tokyo menjadi batu uji bagi persiapan skuad bulu tangkis Indonesia menuju kejuaraan lebih tinggi akhir tahun. Tren permainan Putri KW bersama pelatihnya patut dikawal, mengingat jenjang kariernya masih panjang dan berpotensi menyumbang medali di masa depan.
Konteks Indonesia menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda lewat pelatnas PBSI mulai membuahkan hasil nyata. Munculnya Putri KW di perempat final Jepang memberi sinyal regenerasi sektor putri berjalan positif. Masyarakat di daerah juga terinspirasi melihat prestasi yang tidak hanya datang dari pemain senior semata.