Doha (ANTARA) - Kementerian Transportasi Qatar secara resmi mengeluarkan kebijakan penghentian sementara seluruh aktivitas navigasi dan kegiatan maritim pada Senin (29/6). Langkah drastis ini diambil sebagai upaya preventif pemerintah dalam menjamin keselamatan publik di tengah situasi keamanan yang sedang berkembang di wilayah perairan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, kementerian menginstruksikan kepada seluruh pemilik serta pengguna kapal laut untuk segera mematuhi aturan ini. Larangan tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan air, mulai dari kapal wisata, kapal nelayan, jet ski, hingga berbagai jenis perahu rekreasi lainnya. Kebijakan ini berlaku efektif sejak diumumkan dan akan terus berjalan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari otoritas berwenang.
Pemerintah Qatar menegaskan bahwa instruksi penghentian aktivitas ini tidak berlaku bagi kapal-kapal yang beroperasi di bawah konvensi maritim internasional. Kapal-kapal dalam kategori tersebut tetap diizinkan untuk melanjutkan operasionalnya, asalkan tetap mematuhi regulasi serta prosedur keselamatan maritim global yang berlaku ketat di wilayah perairan Qatar.
Keputusan ini diambil setelah melalui proses koordinasi intensif dengan otoritas keamanan terkait. Kementerian Transportasi Qatar sangat menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap arahan ini guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. Pihak berwenang akan terus memantau situasi di lapangan secara berkala sebelum memutuskan untuk mencabut status penangguhan ini.
Pengumuman tersebut dirilis hanya berselang satu hari setelah Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan insiden tragis yang menimpa warga negaranya. Dalam sebuah operasi pencarian semalaman yang dilakukan tim SAR laut, ditemukan sebuah kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang. Tragisnya, satu warga negara Qatar dinyatakan meninggal dunia, sementara seorang warga negara Arab lainnya mengalami luka-luka.
Investigasi awal mengungkapkan bahwa kematian korban disebabkan oleh paparan serpihan ledakan atau shrapnel yang berasal dari operasi militer di wilayah sekitar. Penemuan ini menjadi pemicu utama mengapa pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengamankan perairan dari aktivitas sipil demi mencegah jatuhnya korban lebih lanjut akibat dampak operasi militer yang tidak terduga.