Teknologi

Raksasa Telekomunikasi China Kembangkan Jaringan 'Udara-Luar Angkasa-Darat-Laut' untuk Masa Depan AI

Raksasa Telekomunikasi China Kembangkan Jaringan 'Udara-Luar Angkasa-Darat-Laut' untuk Masa Depan AI

Ringkasan

  • Raksasa telekomunikasi China mulai membangun jaringan terintegrasi udara, ruang angkasa, darat, dan laut demi mendukung kebutuhan infrastruktur AI global di masa depan.

Para raksasa telekomunikasi China kini tengah gencar mendorong pengembangan jaringan terintegrasi yang mencakup udara, ruang angkasa, darat, hingga laut. Langkah strategis ini diambil seiring dengan ambisi Beijing untuk memperluas infrastruktur kecerdasan buatan (AI) nasional, sekaligus merespons persaingan global yang semakin ketat di sektor teknologi luar angkasa pasca kesuksesan SpaceX.

Dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai yang berlangsung baru-baru ini, para petinggi industri telekomunikasi menegaskan bahwa fase infrastruktur berikutnya harus mampu menjangkau wilayah di luar cakupan konvensional. Hal ini dinilai krusial untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI yang membutuhkan konektivitas tanpa batas di masa depan.

Wang Tao, Chairman bergilir Huawei Technologies, menekankan bahwa seiring berkembangnya kapabilitas agen AI, cakupan internet harus diperluas secara drastis. Saat ini, jangkauan internet di daratan baru mencapai sekitar 20 persen dari total wilayah bumi. Huawei menargetkan perluasan cakupan hingga 100 persen, yang mencakup ketinggian tinggi, wilayah samudera yang luas, hingga area gurun yang terpencil.

Proyeksi Huawei menunjukkan bahwa jumlah agen AI di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai 1 triliun pada tahun 2030. Lonjakan kuantitas agen digital ini menuntut operator telekomunikasi untuk tidak lagi terpaku pada batasan geografis perkotaan, melainkan harus mampu menyediakan infrastruktur yang stabil di berbagai medan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Lebih lanjut, Wang menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik krusial bagi komunikasi seluler global. Mengingat jumlah pengguna 5G di China yang kini telah melampaui 1,1 miliar, dekade mendatang menuntut lompatan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Inovasi ini bukan lagi sekadar peningkatan kecepatan, melainkan pembangunan ekosistem yang terintegrasi secara total.

Sebagai pendukung infrastruktur, Zhang Zhiyong, Chairman China Tower, mengungkapkan bahwa perusahaan negara tersebut tengah memanfaatkan jaringan menara basis stasiun mereka untuk mendukung visi ini. Dengan mengelola lebih dari 6,2 juta menara basis stasiun—termasuk 3,28 juta di antaranya khusus untuk 5G—China Tower berupaya membangun tulang punggung konektivitas yang mampu menghubungkan elemen udara, ruang angkasa, darat, dan laut secara sinergis.

Mengapa Ini Penting

Pengembangan jaringan terintegrasi ini menjadi tolok ukur bagi industri telekomunikasi global dalam mendukung komputasi AI yang masif. Bagi Indonesia, tren ini memberikan wawasan mengenai pentingnya memperluas infrastruktur digital hingga ke pelosok wilayah terpencil guna mendukung adopsi teknologi AI secara merata di masa depan.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit