Internasional

Ribuan Demonstran Blokir Konvensi Partai Sayap Kanan AfD di Jerman

Ribuan Demonstran Blokir Konvensi Partai Sayap Kanan AfD di Jerman

Ringkasan

  • Ribuan pengunjuk rasa memblokir jalan menuju konvensi partai sayap kanan AfD di Erfurt, Jerman, di tengah meningkatnya popularitas partai tersebut dalam jajak pendapat nasional.

Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di kota Erfurt, Jerman, pada Sabtu (4/7/2026) untuk memprotes penyelenggaraan konferensi tahunan partai sayap kanan, Alternative for Germany (AfD). Aksi demonstrasi ini diwarnai dengan pemblokiran akses jalan menuju pusat konvensi, di mana pihak kepolisian mengerahkan personel dalam jumlah besar, termasuk bantuan dari berbagai wilayah di Jerman, untuk menjaga keamanan selama acara dua hari tersebut berlangsung.

Para demonstran yang terdiri dari aliansi serikat buruh, kelompok masyarakat sipil, hingga partai sayap kiri, melakukan aksi duduk di sepanjang jalan raya dan akses utama menuju lokasi konvensi. Menurut estimasi kepolisian, sekitar 15.000 orang terlibat dalam aksi protes ini. Ketegangan sempat meningkat ketika polisi anti-huru-hara bersiaga di sekitar lokasi, namun massa tetap bertahan untuk menunjukkan penolakan mereka terhadap agenda politik AfD yang dinilai kontroversial.

Di dalam gedung konvensi, AfD memulai acara dengan memilih kembali pemimpin partai, Alice Weidel dan Tino Chrupalla. Kepemimpinan mereka telah membawa AfD menempati posisi puncak dalam jajak pendapat nasional, melampaui partai konservatif yang dipimpin oleh Kanselirmpin Kanselir Friedrich Merz. Dalam pidato pembukaannya, para petinggi partai melontarkan kritik pedas kepada para pengunjuk rasa dan menyebut mereka sebagai kelompok anti-demokratis.

Alice Weidel dalam orasinya menekankan narasi mengenai penurunan kondisi negara dan mengklaim bahwa AfD adalah harapan terakhir untuk menyelamatkan Jerman. Ia menegaskan kembali komitmen partai untuk memperjuangkan identitas nasional dan melawan apa yang mereka sebut sebagai kemunduran bangsa. Retorika partai yang keras mengenai imigrasi juga terlihat jelas, dengan beredarnya slogan deportasi di dalam area konvensi dan penggunaan lagu-lagu bernuansa nasionalis.

Bjoern Hoecke, salah satu tokoh paling radikal di partai tersebut, turut menyampaikan pidato yang menyoroti rasa ketidakamanan publik. Ia menggemakan sentimen nostalgia mengenai keamanan di ruang publik Jerman yang menurutnya telah hilang. Pidato tersebut menjadi bagian dari upaya partai untuk menarik dukungan dari pemilih yang merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah arus utama saat ini.

Konvensi ini diselenggarakan menjelang pemilihan umum di negara bagian Saxony-Anhalt dan Mecklenburg-Vorpommern pada bulan September mendatang. AfD menargetkan kemenangan di tingkat regional sebagai batu loncatan untuk menguasai kursi pemerintahan di tingkat nasional. Tino Chrupalla menegaskan ambisi partai tersebut dengan menyatakan bahwa mereka akan segera memerintah, pertama di tingkat daerah dan kemudian di tingkat nasional, sebagai bentuk konsolidasi kekuatan politik mereka.

Mengapa Ini Penting

Kebangkitan politik sayap kanan di Eropa dapat memengaruhi kebijakan perdagangan dan investasi global, termasuk dengan Indonesia. Stabilitas politik di negara ekonomi utama seperti Jerman sangat krusial bagi keberlangsungan kemitraan ekonomi internasional yang berorientasi pada keberlanjutan dan keterbukaan pasar.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit