Bisnis & Startup

Menteri Investasi Rosan Roeslani Dorong Sinergi Riset dan Industri untuk Akselerasi Hilirisasi

Menteri Investasi Rosan Roeslani Dorong Sinergi Riset dan Industri untuk Akselerasi Hilirisasi

Ringkasan

  • Menteri Investasi Rosan Roeslani menekankan pentingnya sinergi antara riset akademisi dan sektor industri guna memperkuat hilirisasi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara sektor riset dan dunia industri. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama dalam mempercepat proses hilirisasi yang mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian nasional Indonesia.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rosan menjelaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar upaya meningkatkan nilai jual sumber daya alam. Lebih dari itu, kebijakan ini diposisikan sebagai fondasi untuk membangun ekosistem industri nasional yang produktif, transparan, dan berdaya saing global, sekaligus memastikan terciptanya kesejahteraan bagi tenaga kerja di Indonesia.

Arah kebijakan hilirisasi ke depan dititikberatkan pada keberlanjutan. Investasi yang masuk ke Indonesia tidak lagi hanya diukur dari besaran nominal modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguasaan teknologi, serta peningkatan produktivitas nasional secara keseluruhan.

Berbicara dalam Konvensi Sains Teknologi dan Industri (KSTI) 2026, Rosan mengajak akademisi dan peneliti untuk berperan aktif. Ia menekankan perlunya jembatan penghubung agar hasil riset dan pengembangan (R&D) di universitas dapat diimplementasikan langsung ke dalam industri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan sektor ekonomi.

Data menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi telah membuahkan hasil positif. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen secara tahunan dan melampaui target pemerintah. Capaian ini juga berdampak pada penyerapan lebih dari 2,7 juta tenaga kerja langsung, mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Untuk mendukung ekosistem inovasi, pemerintah telah menyediakan insentif Super Tax Deduction hingga 300 persen untuk kegiatan R&D serta 200 persen untuk pendidikan dan pelatihan. Rosan optimistis bahwa dengan kepastian regulasi dan tata kelola yang baik, kepercayaan investor akan terus meningkat seiring dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri.

Mengapa Ini Penting

Sinergi antara riset universitas dan industri adalah katalisator krusial bagi transformasi ekonomi Indonesia dari berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis nilai tambah. Kebijakan ini memberikan peluang besar bagi startup teknologi dan sektor industri untuk memanfaatkan insentif pajak guna mempercepat adopsi teknologi dalam proses produksi nasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
28 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit