Bisnis & Startup

Saham Kioxia Anjlok 12 Persen Akibat Sentimen Negatif Sektor AI

Saham Kioxia Anjlok 12 Persen Akibat Sentimen Negatif Sektor AI

Ringkasan

  • Saham Kioxia anjlok 12 persen setelah laporan penundaan IPO OpenAI memicu aksi jual pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan.

Saham produsen chip asal Jepang, Kioxia, mengalami penurunan tajam sebesar 12 persen pada perdagangan hari Jumat. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual massal yang melanda saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI) menyusul laporan mengenai potensi penundaan penawaran umum perdana (IPO) OpenAI.

Kioxia, yang sebelumnya dikenal sebagai Toshiba Memory dan memisahkan diri dari Toshiba pada tahun 2018, kini memegang peran krusial sebagai salah satu produsen chip memori terbesar di dunia. Sebelumnya, nilai saham perusahaan ini sempat melonjak tinggi seiring dengan meningkatnya investasi global di bidang AI yang memberikan dorongan signifikan bagi industri semikonduktor.

Sentimen negatif dipicu oleh laporan dari New York Times yang menyebutkan bahwa OpenAI, pengembang ChatGPT, tengah mempertimbangkan untuk menunda rencana IPO hingga tahun depan. Langkah ini diambil oleh CEO Sam Altman yang dikabarkan membidik valuasi perusahaan hingga mencapai angka 1 triliun dolar AS, sebuah target yang memicu kekhawatiran investor mengenai keberlanjutan tren pasar saat ini.

Di tengah gejolak pasar tersebut, Kioxia tetap menunjukkan langkah strategis dengan mengumumkan rencana pemecahan saham atau stock split. Perusahaan juga menyatakan ambisinya untuk mendaftarkan American Depositary Shares (ADS) di bursa Amerika Serikat pada awal tahun fiskal berikutnya, yang mencakup periode hingga Maret 2028.

Chief Financial Officer Kioxia, Yoshihiko Kawamura, dalam rapat umum tahunan perusahaan mengungkapkan bahwa pihaknya optimis mengenai rencana pencatatan saham tersebut. Meskipun jadwal pasti antara bulan April hingga Juni belum ditentukan, manajemen menargetkan proses tersebut dapat terealisasi sesuai dengan rencana ekspansi pasar modal mereka.

Langkah Kioxia ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana banyak perusahaan teknologi Asia mulai membidik basis investor di Amerika Serikat. Sebelumnya, produsen chip SK Hynix juga telah menyatakan rencana untuk menggalang dana hingga 29,4 miliar dolar AS melalui mekanisme serupa. Analis Douglas Kim dari Smartkarma menilai bahwa kerangka waktu yang diajukan Kioxia menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek kinerja perusahaan dalam 9 hingga 12 bulan ke depan.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar modal global terhadap dinamika perusahaan AI raksasa seperti OpenAI. Bagi industri teknologi di Indonesia, fluktuasi ini menjadi pengingat penting bahwa ketergantungan rantai pasok chip global terhadap euforia AI dapat menciptakan risiko investasi yang perlu diantisipasi oleh para pelaku pasar.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit