Salesforce secara resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk mengakuisisi Fin, sebuah platform layanan pelanggan berbasis kecerdasan buatan (AI), dengan nilai transaksi mencapai $3,6 miliar. Akuisisi ini menandai upaya agresif perusahaan dalam memperkuat dominasinya di sektor otomatisasi layanan perusahaan.
Fin, yang sebelumnya dikenal sebagai Intercom, telah lama dikenal sebagai penyedia solusi AI yang mampu menangani pertanyaan pelanggan di berbagai kanal komunikasi. Teknologi mereka mencakup integrasi langsung melalui live chat, WhatsApp, SMS, panggilan telepon, hingga platform kolaborasi seperti Slack, menjadikannya aset berharga bagi ekosistem Salesforce.
CEO Salesforce, Marc Benioff, menyatakan bahwa integrasi teknologi dan tim dari Fin akan memperkuat Agentforce, platform perusahaan yang memungkinkan bisnis membangun agen AI kustom untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin. Menurutnya, kolaborasi ini akan mempercepat kemampuan perusahaan dalam memberikan layanan yang terukur dan efisien bagi berbagai skala bisnis.
Dalam pernyataannya, Benioff menekankan bahwa Fin membawa teknologi agen yang telah teruji serta tim AI yang sangat kompeten. Sinergi antara Fin dan Agentforce diharapkan dapat memberikan solusi layanan pelanggan yang lebih cerdas, responsif, dan tepercaya bagi para pengguna Salesforce di seluruh dunia.
Eoghan McCabe, salah satu pendiri sekaligus CEO Fin, mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui akun media sosialnya. Ia menegaskan bahwa meskipun berada di bawah naungan Salesforce, operasional inti, kepemimpinan, dan fokus riset pengembangan perusahaan akan tetap berjalan seperti biasa untuk memastikan kesinambungan inovasi bagi pelanggan mereka.
Transaksi ini diperkirakan akan rampung pada kuartal terakhir tahun fiskal 2027 Salesforce, yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027. Langkah ini dipandang sebagai upaya Salesforce untuk terus memimpin dalam perlombaan adopsi AI di dunia korporasi yang semakin kompetitif.