Internasional

Serangan Drone Israel di Zona Aman Gaza Tewaskan Seorang Anak Perempuan

Serangan Drone Israel di Zona Aman Gaza Tewaskan Seorang Anak Perempuan

Ringkasan

  • Serangan drone Israel kembali menyasar tenda pengungsian di al-Mawasi, menewaskan seorang anak perempuan di tengah klaim zona aman Gaza.

Serangan udara menggunakan drone yang diluncurkan oleh militer Israel kembali menyasar tenda-tenda pengungsian di wilayah al-Mawasi, Khan Younis, Gaza. Insiden tragis ini mengakibatkan setidaknya dua warga Palestina tewas, termasuk seorang anak perempuan, dan melukai empat orang lainnya. Serangan ini terjadi di tengah klaim zona aman yang seharusnya dilindungi dari aksi militer.

Sumber medis di Gaza melaporkan bahwa drone Israel menghantam dua tenda darurat yang menjadi tempat berlindung bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain korban tewas di lokasi, tim pertahanan sipil Gaza berhasil mengevakuasi tujuh orang yang terluka dan segera melarikan mereka ke Rumah Sakit Nasser serta Rumah Sakit Palang Merah untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dalam insiden terpisah, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Walid Youssef Abu Jazar dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya dalam pengeboman sebelumnya di wilayah yang sama. Kematiannya menambah daftar panjang korban anak-anak dalam konflik yang terus berkecamuk di Jalur Gaza selatan.

Koresponden Al Jazeera di Gaza, Tareq Abu Azzoum, mengungkapkan bahwa Israel terus melancarkan tekanan militer meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati tahun lalu. Wilayah al-Mawasi, yang secara resmi ditetapkan sebagai zona aman, kini justru menjadi sasaran rutin serangan udara dan drone yang intensif, menciptakan ketakutan mendalam bagi ribuan pengungsi yang berada di sana.

Laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti krisis kemanusiaan yang memburuk, dengan mencatat bahwa anak-anak menyumbang sekitar 30 persen dari total korban jiwa sejak eskalasi konflik dimulai pada Oktober 2023. Para aktivis hak anak dan komisioner PBB mendesak adanya akuntabilitas internasional serta tindakan nyata dari negara-negara dunia untuk menghentikan kekerasan yang terus menargetkan warga sipil.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa total korban jiwa akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah melampaui 73.000 orang, dengan ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka. Situasi di Gaza tetap kritis, di mana warga yang bertahan di tenda-tenda darurat terus menghadapi ancaman serangan yang tidak kunjung usai, meruntuhkan harapan akan perlindungan di zona-zona yang diklaim sebagai wilayah aman.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti kegagalan perlindungan warga sipil di zona konflik yang memiliki implikasi serius terhadap hukum humaniter internasional. Bagi masyarakat Indonesia, isu ini menjadi pengingat penting akan urgensi peran diplomasi aktif dalam mendorong gencatan senjata permanen dan perlindungan hak asasi manusia di kancah global.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit